Bahlil Buka Suara soal Harga Avtur Naik: Kita Jauh Lebih Kompetitif

Bahlil Buka Suara soal Harga Avtur Naik: Kita Jauh Lebih Kompetitif

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 06 Apr 2026 14:24 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Harga avtur melonjak imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association atau INACA) melaporkan harga avtur untuk domestik per 1-30 April naik rata-rata 70%, sedangkan untuk internasional naik 80%.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya kenaikan harga avtur oleh Pertamina. Namun, ia menyebut harga avtur di Indonesia lebih kompetitif dibanding negara tetangga.

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya negara tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menjelaskan, harga avtur mengikuti mekanisme pasar. Ia menyebut layanan pengisian avtur tidak hanya dilakukan kepada pesawat domestik melainkan pesawat dari luar negeri di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," sebut Bahlil.

Sebelumnya, ujar Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja meminta pemerintah segera merealisasikan kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) tiket penerbangan domestik.

"Seperti sudah kita perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik," ujar Denon dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Denon mengatakan dengan kondisi tersebut, penyesuaian ini harus segera dilakukan mengingat kenaikan harga avtur yang sangat tinggi dan di sisi lain harga avtur mempengaruhi sekitar 40% biaya yang dikeluarkan maskapai penerbangan.

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads