Dikritik Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Buat Minyak Gue Harus ke Mana-mana!

Dikritik Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Buat Minyak Gue Harus ke Mana-mana!

Herdi Alif Al Hikam, Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 15:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengaku dapat kritik karena kerap bepergian ke luar negeri, terlebih di tengah krisis ekonomi global imbas perang di Timur Tengah. Padahal menurutnya langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengamankan sumber-sumber energi baru, termasuk minyak mentah.

"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo dalam Rapat Kerja dengan Anggota Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).

Sebagai contoh dalam kunjungannya ke Jepang, Prabowo mendapatkan komitmen dukungan dari pemerintah Negeri Sakura dalam meningkatkan produksi energi di Indonesia. Langkah serupa rencananya akan dilakukan ke negara-negara lain demi menjamin ketahanan energi domestik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Nih saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana, amankan juga," ucap Prabowo.

"Jadi saya nih confident, nggak ada itu, bagi saya Indonesia gelap itu nggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah," ujarnya lagi.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, saat Prabowo melakukan kunjungan ke Jepang pekan lalu, ia dengan tegas meminta pemerintah Jepang untuk mendorong proyek migas raksasa di Blok Masela di perairan Maluku yang selama ini mandek dapat segera beroperasi.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo, pada Selasa, 31 Maret 2026. Seperti diketahui, raksasa migas Inpex asal Jepang menjadi salah satu pihak yang mengelola blok migas tersebut.

"Kami menyambut baik perusahaan korporasi Jepang Inpex yang berinvestasi di proyek gas abadi di Blok Masela. Kita setelah penundaan yang cukup panjang kita berharap ini bisa segera terwujud," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (1/4/2026).

Selain proyek Blok Migas Masela, orang nomor satu di Indonesia itu juga berjanji akan mempercepat birokrasi untuk proyek-proyek energi hijau Jepang di Indonesia. Menurutnya melihat penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community sangat penting untuk dilakukan.

Dia menyebut beberapa proyek yang akan dipercepat urusan birokrasinya, misalnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.

"Kami juga akan mendorong Asia Zero Emission Community di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia dan kami akan mempercepat dan membantu debottlenecking proyek-proyek yang ada, sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla," ungkapnya.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads