Sebut Krisis Adalah Peluang, Prabowo: Cadangan Energi Kita Sangat Besar!

Sebut Krisis Adalah Peluang, Prabowo: Cadangan Energi Kita Sangat Besar!

Herdi Alif Al Hikam, Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 15:46 WIB
Prabowo Subianto
Presiden Prabowo / Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berpandangan perang di Timur Tengah merupakan peluang untuk Indonesia mempercepat kemandirian energi. Langkah itu diambil agar Indonesia lebih siap menghadapi guncangan harga energi global.

"Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang. Ini mempercepat kita, ini bikin fokus 'oh berarti strategi kita sudah benar', tetapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan, energi kita harus dari Indonesia sendiri," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah, Rabu (8/4/2026).

Prabowo menyebut sumber cadangan energi Indonesia sangat besar. Salah satu yang disoroti adalah kepemilikan batu bara yang bisa dihasilkan menjadi bahan bakar minyak (BBM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bersyukur ke hadirat Allah, saya punya data sumber-sumber baru dua sampai tiga hari saya terima terus, cadangan-cadangan (energi) kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar, bensin," ucap Prabowo.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sebelumnya Prabowo menyebut pemerintah sedang mengembangkan BBM dari sumber nabati mulai dari kelapa sawit, singkong, jagung dan tebu.

"Masalah BBM, bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri. Bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo dalam pidatonya secara virtual, Senin (9/3).

Salah satu pengembangan BBM yang dilakukan adalah biodiesel dengan sumber kelapa sawit. Indonesia sudah berhasil menggunakan solar dengan campuran 40% minyak nabati dari kelapa sawit atau B40.

Rencananya, tahun ini Indonesia akan naik ke level berikutnya yaitu campuran minyak nabati 50% atau B50. Selain itu ada juga pengembangan bioetanol, yaitu campuran bensin dengan etanol yang dihasilkan dari tebu.

Sejauh ini sudah ada produk bensin Pertamax Green 95 yang dikeluarkan Pertamina dengan campuran 5-7% etanol. Rencananya, dalam beberapa tahun lagi campuran etanol akan ditambah jadi 10%.

Simak juga Video Prabowo Sebut Kondisi RI Lebih Baik di Tengah Krisis Timteng

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads