×
Ad

BPH Migas soal Stok BBM: Pertalite 18 Hari, Pertamax 22 Hari

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 18:38 WIB
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.

Berdasarkan data paparan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas per 7 April 2026 total stok BBM jenis Pertalite (RON 90) berada di angka 18,1 hari dengan stok mencapai 1.517.805 kiloliter.

"Jenis untuk RON 90 atau Pertalite itu sebesar 18,1 coverage day yang saat ini juga statusnya sangat aman," kata Anas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).

Untuk Pertamax (RON 92) total cadangan mencapai 22,1 hari dengan stok mencapai 382.284 kiloliter. Kemudian Pertamax Turbo (RON 98) total cadangannya berada di angka 46,5 hari dengan stok cadangan mencapai 38.698 kiloliter.

"Artinya jenis bensin sangat aman dan situasi semua terdistribusi dan terlayani untuk masyarakat," katanya.

Kemudian untuk kategori gasoil atau solar, total cadangan Solar CN48 tercatat sebesar 16,5 hari. Pertamina Dex (CN 53) total stok mencapai 64,5 hari.

Lalu Solar (CN 48) total cadangan 16,5 hari

"Kondisi stok BBM yang khusus untuk gasoil dan gasolin ini memang pergerakannya sangat dinamis karena kebutuhan masyarakat, serta untuk keseimbangan stok yang terjaga, kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasannya kilang, tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terus terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman," ujarnya.

Lebih lanjut, Anas juga melaporkan bahwa total cadangan bahan bakar pesawat atau avtur berada pada posisi 28,1 hari. "Jadi bisa kita simpulkan ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman," tegasnya.

Penyaluran BBM

Anas juga melaporkan realisasi penyaluran BBM jenis solar yang masuk dalam kategori Jenis BBM Tertentu (JBT) pada triwulan 2026 mencapai sekitar 4,5 juta kiloliter (KL) dari kuota nasional sebesar 18,6 juta KL. L

Untuk BBM jenis Pertalite yang termasuk dalam Jenis BBM Khusus Penugasan (JPKP), realisasi penyaluran mencapai 6,88 juta KL dari total kuota nasional sebesar 29,26 juta KL. Angka tersebut setara dengan 23,52% dari total kuota.

"Artinya, kondisi penyaluran untuk BBM tahun 2026 masih terkontrol dan masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.




(hrp/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork