Opsi Impor Minyak Rusia Dinilai untuk Diversifikasi Energi

Opsi Impor Minyak Rusia Dinilai untuk Diversifikasi Energi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 16:18 WIB
A drone view of a pump jack and drilling rig south of Midland, Texas, U.S. June 11, 2025. REUTERS/Eli Hartman
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membuka opsi diversifikasi impor minyak, termasuk dari Rusia, sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Dewi, kebijakan tersebut merupakan langkah cepat dan adaptif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berdampak pada ketidakpastian pasokan energi dunia. Dalam situasi ini, negara perlu memastikan strategi pengamanan energi dilakukan secara fleksibel dan terukur.

"Kami memandang langkah pemerintah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat," ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai diversifikasi sumber impor menjadi strategi yang tepat, mengingat persaingan global dalam memperoleh pasokan minyak semakin ketat. Fleksibilitas dalam menjalin kerja sama energi dinilai penting agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi tanpa gangguan.

ADVERTISEMENT

Dewi juga mengapresiasi langkah Bahlil yang membuka berbagai alternatif sumber pasokan sebagai bagian dari mitigasi risiko global, sekaligus menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan eksternal.

"Komisi XII DPR RI pada prinsipnya mendukung penuh langkah-langkah strategis pemerintah dalam memastikan energi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.

Simak juga Video: Bahlil Pastikan RI Punya Alternatif Impor Minyak-LPG Selain dari Timur Tengah

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads