Antisipasi Krisis Energi, Jepang Lepas Cadangan Minyak 20 Hari

Antisipasi Krisis Energi, Jepang Lepas Cadangan Minyak 20 Hari

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 10 Apr 2026 14:52 WIB
A drone view of a pump jack and drilling rig south of Midland, Texas, U.S. June 11, 2025. REUTERS/Eli Hartman
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Pemerintah Jepang akan melepas cadangan minyak untuk kebutuhan 20 hari mulai Mei mendatang. Dalam rapat kabinet pada Jumat (10/4), Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya menjamin stabilitas pasokan minyak dalam negeri.

Dikutip dari Reuters, Jumat (10/4/2026), Jepang tetap mencari pasokan minyak dari negara lain seiring konflik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung. Meski Iran dan Amerika Serikat (AS) telah sepakat gencatan senjata selama dua minggu, tapi belum ada tanda-tanda Iran akan membuka Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz ini telah memicu gangguan pasokan energi global terburuk sepanjang sejarah. Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya 95% kebutuhan minyak Jepang berasal dari Timur Tengah. Sejak 16 Maret lalu, Jepang telah mulai melepaskan cadangan minyak dan berkoordinasi dengan negara lain demi menyediakan stok minyak yang cukup untuk 50 hari ke depan. Pelepasan cadangan 20 hari ini merupakan tambahan dari rencana tersebut.

ADVERTISEMENT

Per 7 April, Jepang tercatat memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 228 hari, termasuk cadangan publik 143 hari. Takaichi menjelaskan pelepasan cadangan terbaru ini akan diambil dari stok publik tersebut.

Takaichi menjelaskan pada Mei nanti, Jepang ditargetkan mampu mengamankan lebih dari separuh impor minyaknya melalui rute yang tidak melewati Selat Hormuz. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan secara spesifik sumber pasokan tersebut.

Deputi Direktur Jenderal Manajemen Krisis Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Narumi Hosokawa mengatakan pelepasan cadangan baru ini dilakukan secara mandiri. Namun, ia memastikan akan tetap berkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA).

Dokumen yang dirilis METI pada Jumat menunjukkan Jepang tengah mendatangkan pasokan minyak pengganti dari Amerika Serikat (AS). Impor minyak dari AS pada Mei diprediksi empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data bea cukai, pada Mei tahun lalu Jepang mengimpor sekitar 189.000 barel minyak per hari dari AS, atau sekitar 8% dari total pembelian minyak mentah bulan itu.

Selain itu, METI menyatakan Jepang telah menghubungi pemasok di berbagai negara, termasuk Malaysia, Azerbaijan, Brasil, Nigeria, dan Angola. Jepang juga memanfaatkan pasokan dari Timur Tengah yang jalurnya tidak melewati Selat Hormuz, seperti dari Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah Arab Saudi dan Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads