Klaim Stok BBM Aman, Bahlil: Masa Kritis Sudah Lewat!

Klaim Stok BBM Aman, Bahlil: Masa Kritis Sudah Lewat!

Heri Purnomo - detikFinance
Sabtu, 11 Apr 2026 06:55 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim saat ini stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia aman meski perang berkecamuk di Timur Tengah. Masa kritis terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) berhasil dilewati Indonesia.

Perang yang terjadi antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel membuat pasokan energi terganggu dan harganya meroket. Apalagi Iran sempat menutup Selat Hormuz yang menjadi tulang punggung logistik energi internasional.

"Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata Bahlil, stok energi nasional sudah aman. Dia menyebutkan stok BBM nasional berada di atas batas minimal, yakni lebih dari 20 hari. Sementara stok LPG juga masih terjaga di atas 10 hari.

"Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari," ujar Bahlil.

ADVERTISEMENT

Meski stok dalam kondisi aman, Bahlil meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi. Penghematan sebisa mungkin bisa dilakukan.

"Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG," imbau Bahlil.

Cadangan Tambah Jadi Sebulan

Bahlil juga mengatakan cadangan BBM Indonesia bakal meningkat menjadi 1 bulan. Hal ini karena ada tambahan tempat penyimpanan atau storage BBM sekitar 7 hari yang berada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Saat ini kapasitas fasilitas penyimpanan BBM nasional berada di kisaran 21 hingga 25 hari. Dengan tambahan storage di Karimun cadangan bisa meningkat jadi sebulan.

"Tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari.Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun. Dan ini yang kita lagi komunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan," ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan pemerintah juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek fasilitas penyimpanan BBM. Dia berharap pembangunan fasilitas ini bisa dimulai pada bulan Mei mendatang.

"Yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan.Bulan Mei insya Allah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan," ujar Bahlil.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads