Dua kapal tanker Indonesia belum bisa mendapat izin melewati Selat Hormuz. Dua kapal itu milik anak usaha Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Dua kapal tanker tersebut belum bisa melintasi Selat Hormuz lantaran ditutup Iran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan saat ini pemerintah masih terus melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di Iran secara intens.
"Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil sebelumnya sempat mengatakan ada titik cerah di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu. Dia berharap dua minggu ke depan, dua kapal Pertamina bisa melalui Selat Hormuz.
"Dengan redanya jeda dua minggu eskalasi timur tengah mudah-mudahan bisa selesai," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Sebelumnya, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan.
"Bersama dengan Kemlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (8/4/2026).
Vega menambahkan, prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Ia juga meminta dukungan agar kedua kapal bisa segera melintasi Selat Hormuz.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," ujarnya.
(hrp/hal)









































