×
Ad

Bahlil: Sekalipun ICP US$ 100/Barel, Harga BBM-LPG Subsidi Tidak Naik

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 02 Mei 2026 19:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia/Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi sampai 31 Desember 2026. Bahkan ia memastikan tidak akan menaikkan harga meskipun Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia menyentuh US$ 100/barel.

"Saya janji kepada bapak ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP US$ 100 insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik," kata Bahlil dalam Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/5/2026).

Bahlil melanjutkan, harga BBM nonsubsidi akan mengikuti pasar. Ia menegaskan, subsidi hanya diberlakukan untuk masyarakat yang kurang mampu.

"Tetapi kalau BBM yang untuk orang yang mampu, ya mohon maaf, itu dengan sendirinya ya itu hukum pasar, kalau untuk orang yang mampu. Yang kita jaga inilah yang memang membutuhkan uluran tangan pemerintah," ujarnya.

Untuk menjaga harga BBM dan ketersediaan tetap terjaga, Bahlil juga mengatakan bahwa telah mendapatkan stok minyak mentah dari Rusia sebagai hasil kunjungan kerja bersama Presiden Prabowo Subianto.

"Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat satu tahun ini clear. Jadi, untuk stok crude kita satu tahun ke depan insyaallah sudah selesai,"jelasnya.

Sebelumnya, Bahlil pernah mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi di tengah volatilitas harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah. Ketetapan untuk tidak mengerek harga BBM ini juga telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil memastikan, harga BBM tidak akan naik hingga akhir tahun nanti. Bahkan menurutnya, harga BBM subsidi ini tidak akan naik selama-lamanya sepanjang harga minyak masih dalam cakupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sekali lagi saya katakan bahwa, kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya. Doain. Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan US$ 100 itu sudah aman dalam APBN," ungkap Bahlil kepada wartawan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).




(ara/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork