Nggak Cuma Pintar, Ini Skill Biar Lolos Kerja di Pertamina

Nggak Cuma Pintar, Ini Skill Biar Lolos Kerja di Pertamina

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 12:30 WIB
PertaminaTalk
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu BUMN terbesar dan memiliki peran penting di Indonesia. Tak heran jika banyak orang berminat untuk bekerja di perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, mengatakan selama ini perseroan selalu membuka peluang yang sangat besar bagi talenta-talenta muda untuk bergabung dan bekerja bersama.

"Bagi yang akan memasuki dunia profesional dalam waktu singkat, Pertamina menyediakan berbagai macam potensi karier. Tidak hanya di bidang distribusi, bisa juga di bagian drilling, kilang (refinery), dan banyak lagi," kata Ahmad dalam acara PertaminaTalk di Menara Bank Mega, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, banyaknya peminat justru membuat persaingan untuk masuk BUMN sektor minyak dan gas ini menjadi sangat ketat. Oleh karena itu, persiapan yang matang perlu dilakukan agar peluang bergabung semakin besar.

Ahmad mengatakan mereka yang ingin berkarier di perusahaan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis sesuai bidang yang diinginkan, tetapi juga kemampuan interpersonal atau soft skill yang relevan. Salah satunya adalah critical thinking atau berpikir kritis.

ADVERTISEMENT

"Yang akan kita ajarkan bersama adalah bagaimana mengaplikasikan critical thinking yang diharapkan sudah didapatkan selama masa pendidikan ke dalam pekerjaan masing-masing," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya communication skills atau kemampuan berkomunikasi yang baik, baik secara verbal maupun tulisan.

"Pada saat bekerja kita tidak bekerja sendiri. Kita setiap hari harus bekerja sama dengan berbagai macam orang, mulai dari kolega, atasan, masyarakat, vendor, partner, dan lain-lain. Sehingga siapa yang memiliki communication skill yang baik, dia akan lebih berhasil," terang Ahmad.

Tak kalah penting, ia mengatakan calon pelamar di Pertamina juga harus memiliki kemampuan analitis (analytical skills) untuk mengumpulkan, memproses, dan mengartikan informasi serta data guna memecahkan masalah di lapangan.

Sebagai contoh di sektor hilir Pertamina, para perwira (sebutan untuk karyawan perseroan) perlu memastikan ketersediaan bahan bakar tetap aman dan terkendali setiap saat, meskipun terjadi kendala. Dalam hal ini, kemampuan menganalisis masalah dan mencari solusi yang tepat sangat dibutuhkan.

"Kalau kapalnya datang terlambat, SOP-nya mungkin harus disesuaikan. Apa yang harus saya lakukan? Harus menganalisis, stok SPBU sekian-sekian, what should I do? Hal-hal ini mungkin tidak diajarkan secara A, B, C di universitas, yang nanti akan kita latih bersama saat Anda bergabung dengan kami," ujarnya.

"Jadi bagaimana kita menyelesaikan masalah (solve the problem). Nah itulah yang harus adik-adik persiapkan untuk masuk ke dalam dunia profesional. Mudah-mudahan nanti Pertamina menjadi salah satu pilihannya," sambungnya.

Untuk itu, Ahmad sangat menyarankan para pencari kerja, khususnya yang ingin bergabung dengan Pertamina, untuk mempersiapkan berbagai kemampuan interpersonal atau soft skill tersebut, ditambah tentunya keahlian teknis di bidang masing-masing.

"Jadi siapkanlah skill set yang membuat Anda agile, bisa beradaptasi dengan kondisi pekerjaan, bisa berkomunikasi dengan baik, dan tidak takut menghadapi masalah, karena masalah akan kita hadapi setiap hari," pungkas Ahmad.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads