×
Ad

Tanpa Disadari, Cara Nyetir Ini Bikin BBM Kamu Boros

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 13:07 WIB
Praktisi dan Edukator Otomotif, Rifat Sungkar / Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Harga energi yang fluktuatif membuat efisiensi pemakaian bahan bakar menjadi penting bagi para pengguna kendaraan, baik mobil maupun motor. Cara paling efektif untuk menghemat bahan bakar sebenarnya sederhana, yakni dengan menerapkan gaya berkendara yang baik.

Praktisi dan edukator otomotif, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa besar kecilnya konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pengemudi. Berkendara secara sembrono akan membuat bahan bakar lebih cepat habis.

"Jadi sebetulnya teknik menyetir kendaraan itu kembali lagi kepada penggunanya. Teorinya adalah 'more power, more energy'. Jadi semakin besar tenaga yang dikeluarkan, maka semakin besar energi yang digunakan," kata Rifat dalam acara PertaminaTalk di Menara Bank Mega, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan prinsip tersebut, menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah dengan kecepatan optimal merupakan langkah dasar. Semakin tinggi tenaga yang dikeluarkan mesin, maka semakin besar pula energi yang digunakan.

Dalam hal ini, penggunaan gigi yang tepat pada kendaraan manual dapat membantu menurunkan putaran mesin. Kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.

"Misalnya kita berkendara dengan kecepatan 40 km/jam. Pada mobil manual, gigi 1 bisa mencapai 40 km/jam, tetapi RPM-nya bisa 7.000. Padahal dengan gigi 2 bisa di 3.000 RPM, bahkan gigi 3 bisa di 2.000 RPM. Artinya, semakin rendah putarannya, maka pergerakan menjadi lebih efisien," jelasnya.

Selain itu, menjaga laju kendaraan tetap stabil juga penting untuk menghemat bahan bakar. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan hindari perubahan kecepatan yang terlalu sering.

Cara ini membantu mesin bekerja lebih ringan, terutama saat melakukan akselerasi setelah menurunkan kecepatan, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih hemat.

"Misalnya pengguna motor matik. Pemborosan biasanya terjadi saat hentakan gas dilakukan secara mendadak, seperti saat mengejar lampu merah," ujarnya.

"Intinya, pemborosan energi terjadi ketika kita tidak bisa menjaga konsistensi kecepatan. Kadang pelan, lalu kencang, lalu pelan lagi," tegas Rifat.

Untuk itu, ia menganjurkan pengendara untuk mengemudi secara halus dan mengalir saat menginjak pedal gas agar konsumsi BBM lebih efisien. Menjaga jarak aman dan menghindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering juga membantu menghemat bahan bakar.

"Pemborosan itu terjadi saat stop and go. Contohnya, ketika mobil dalam kondisi diam lalu mulai bergerak, tenaga yang dibutuhkan lebih besar. Namun setelah kendaraan berjalan, beban terasa lebih ringan. Nah, itulah energi besar yang terpakai di awal," terang Rifat.

"Itulah mengapa menjaga jarak antar kendaraan itu penting. Agar saat mengerem masih ada ruang untuk kembali berakselerasi tanpa harus berhenti total. Hindari dead stop karena di situlah pemborosan terjadi," pungkasnya.




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork