Gangguan Pasokan Energi Masih Panjang, Prabowo: Tak Reda dalam Waktu Dekat!

Gangguan Pasokan Energi Masih Panjang, Prabowo: Tak Reda dalam Waktu Dekat!

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 16:32 WIB
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Bioso
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebut tekanan terhadap sektor energi masih akan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Hal ini seiring adanya gangguan pada jalur perdagangan karena adanya konflik di Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Prabowo meyakini kondisi ini tak bakal mereda dalam waktu dekat.

"Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat," ujar Presiden dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi tersebut, Prabowo mengatakan negara-negara ASEAN harus bersiap menghadapi potensi gangguan jangka panjang. Menurutnya, ketahanan energi kawasan tidak dapat dibangun secara reaktif, tetapi harus dipersiapkan secara proaktif melalui pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan.

ADVERTISEMENT

Dia juga mengingatkan bahwa diversifikasi energi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Negara-negara ASEAN, menurut Presiden, perlu bergerak lebih cepat dalam mencari sumber energi alternatif, memperluas energi terbarukan, serta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai skenario global.

"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan," lanjut Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan sumber energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, serta pembangunan program tenaga surya berskala besar.

"Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun," papar Prabowo.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads