China & Rusia Makin Mesra Urusan Energi

China & Rusia Makin Mesra Urusan Energi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2026 08:15 WIB
Russian President Vladimir Putin shakes hands with Chinese President Xi Jinping during a meeting at the Belt and Road Forum in Beijing, China, October 18, 2023. Sputnik/Sergei Guneev/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights, opens new ta
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping/Foto: Sputnik/Sergei Guneev/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Right
Jakarta -

China dan Rusia makin mesra soal urusan perdagangan minyak dan gas (migas). Hubungan intens kedua negara itu telah dimulai sejak Rusia berkonflik dengan Ukraina pada 2022. Kala itu, Rusia dan China menyatakan kemitraan tanpa batas hanya beberapa hari sebelum perang dimulai.

Dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2026), hubungan energi antara kedua negara diperkirakan menjadi topik penting ketika Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Beijing pada Rabu. Raksasa energi Rusia, Gazprom telah memasok gas alam ke China melalui pipa sepanjang 3.000 kilometer (km) atau yang kerap disebut Power of Siberia senilai US$ 400 miliar sejak akhir 2019.

Pada 2025, ekspor melonjak sekitar seperempat menjadi 38,8 miliar meter kubik (bcm), melebihi kapasitas tahunan yang direncanakan pipa sebesar 38 bcm. Pada Februari 2022, China juga setuju untuk membeli hingga 10 bcm gas setiap tahunnya pada 2027 melalui jalur pipa dari Pulau Sakhalin di wilayah timur jauh Rusia. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan volume menjadi 12 bcm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekspor gas Rusia ke China merupakan sebagian kecil dari rekor 177 bcm yang dikirim ke Eropa pada 2018-2019 setiap tahunnya. Pangsa Rusia dalam impor gas Uni Eropa telah menyusut selama perang Ukraina, terutama dalam aliran melalui jalur pipa.

ADVERTISEMENT

Rusia tetap menjadi pemasok gas alam cair terbesar kedua Uni Eropa tahun lalu dengan pangsa 16%, tetapi kesenjangan dengan mitra LNG utama Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) melebar signifikan.

Rusia dan China masih dalam pembicaraan tentang jalur pipa Power of Siberia 2 baru yang mampu mengirimkan 50 bcm gas per tahun dari Rusia ke China melalui Mongolia. Gazprom memulai studi kelayakan untuk jalur pipa tersebut pada 2020, tetapi proyek ini menjadi semakin mendesak karena Rusia beralih ke China untuk menggantikan Eropa sebagai pelanggan gas utamanya.

Ekspor gas alam cair Rusia ke China meningkat tahun lalu sebesar 18,2% menjadi 9,79 juta metrik ton, menurut data bea cukai China. Rusia, setelah Australia dan Qatar pemasok LNG terbesar ketiga ke China, yang merupakan pembeli gas laut terbesar di dunia.

Impor Minyak China Makin Banyak

China juga merupakan mitra utama Rusia untuk pengiriman minyak melalui laut dan jalur pipa. Ekspor tetap tinggi di tengah sanksi Barat terhadap Rusia atas perang di Ukraina. Impor China dari Rusia mencapai 2,01 juta barel per hari (bpd) pada 2025. Itu mewakili 20% dari total impor minyak China berdasarkan volume.

Yury Ushakov, ajudan kebijakan luar negeri Putin mengatakan ekspor minyak Rusia ke China tumbuh sebesar 35% pada kuartal I-2026 menjadi 31 juta ton. China membeli minyak mentah Siberia Timur-Samudra Pasifik yang diekspor melalui cabang Skovorodino-Mohe dari pipa ESPO sepanjang 4.070 km. Jalur itu menghubungkan ladang minyak Rusia ke kilang di China dan dari pelabuhan Kozmino di Timur Jauh Rusia.

Operator pipa minyak Rusia, Transneft, mengatakan pihaknya sedang memperluas pipa itu untuk meningkatkan ekspor melalui Kozmino, dan berupaya menyelesaikan pekerjaan perluasan tersebut pada tahun 2029.

Ketersediaan minyak campuran dari jalur tersebut tetap tinggi sejak Juli 2025, ketika ekspor telah diperluas menjadi 1 juta barel per hari. Transneft mempertahankan ekspor melalui Kozmino di sekitar level ini.

Rusia juga telah setuju untuk meningkatkan ekspor minyaknya ke China melalui Kazakhstan melalui pipa Atasu-Alashankou sebesar 2,5 juta ton per tahun menjadi 12,5 juta ton.

Halaman 2 dari 2
(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads