Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata dan Selat Hormuz akan dibuka lagi. Setelah berulang kali diberikan janji palsu selama tiga bulan terakhir, pasar mulai tidak percaya begitu saja.
"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan dan masih menunggu finalisasi antara AS, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain," tulis Trump di Truth Social dikutip dari CNBC, Senin (25/5/2026).
Lantas jika perang AS dan Iran benar-benar berakhir dan Selat Hormuz akan dibuka lagi, apa yang bakal terjadi? Apakah harga minyak akan kembali ke level sebelum perang?
Jika Selat Hormuz Dibuka Lagi
Analis minyak senior di Kpler, Victoria Grabenwöger mengatakan kondisi itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Setelah Selat Hormuz benar-benar dibuka lagi, mimpi buruk logistik akan segera terjadi.
"Membersihkan hambatan di selat ini akan memakan waktu lama karena kapal tanker bergerak secepat Anda mengendarai sepeda," kata Grabenwöger dikutip dari CNN.
Para produsen minyak akan mengamati situasi ini selama beberapa minggu hingga bulan mendatang untuk melihat apakah Iran benar-benar akan membuka Selat Hormuz. Lalu jika demikian, apakah Iran berhenti memungut biaya tol bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz?
Selain itu, perusahaan pelayaran perlu merasa nyaman untuk membiarkan kapal mereka melalui Selat Hormuz. Terakhir kali selat itu dibuka lagi, kapal-kapal berlomba untuk keluar hanya untuk segera berbalik arah ketika mendapat kabar bahwa selat itu menjadi tidak aman.
Perusahaan asuransi telah menaikkan harga asuransi maritim hingga ribuan persen dan kemungkinan harga tidak terjangkau selama situasi masih genting. Iran telah mengancam akan memasang ranjau di selat tersebut dan sebelumnya mengarahkan kapal-kapal untuk melintasi jalur yang telah ditentukan.
(aid/ara)