Pemerintah Siapkan Lahan 24 Ribu Ha Kebut Proyek PLTS 100 GW

Pemerintah Siapkan Lahan 24 Ribu Ha Kebut Proyek PLTS 100 GW

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2026 16:00 WIB
Pekerja memantau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di PT Bayer Indonesia, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2024).
Ilustrasi PLTS. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 24 ribu hektare lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) yang menjadi proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto, lahan itu berlokasi di Pulau Jawa.

Yuliot menyampaikan bahwa lahan tersebut didapatkan dari hasil identifikasi yang dilakukan Kementerian ESDM bersama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).Saat ini pihaknya akan melakukan verikasi ulang untuk memastikan kesiapan infrastruktur penunjangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi 24 ribu hektare ini kita akan melakukan verifikasi. Ini bersama, nanti ada ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan juga PLN. Jadi nanti secara infrastruktur kita akan yang terkait dengan transmisi, yang terkait dengan ketersediaan untuk gardu induk, ini kan harus kita interkoneksikan antara ini pembangkit yang kita bangun di 24 ribu hektare ini," ujar Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).

"Ya mudah-mudahan minggu depan itu kita bisa lakukan itu percepatan," katanya meneruskan.

ADVERTISEMENT

Selain lahan, Yuliot mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk mempercepat pembangunan PLTS 100 GW tersebut. Dalam hal ini, dia menyebutkan pihaknya tengah merampungkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres).

Yuliot juga menyebutkan, pemerintah akan mempercepat program penyetopan pembangkit listrik tenaga diesel, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini guna mengurangi ketergantungan impor BBM.

"Arahan dari Presiden tiga tahun untuk ini PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan ini yang kita lagi konsolidasikan. Kalau ini berasal dari energi baru terbarukan, berarti kan kita sudah tidak tergantung lagi dengan ini pengadaan BBM yang sangat fluktuatif," pungkas Yuliot.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads