Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal dampak kenaikan harga BBM Pertamax terhadap sektor transportasi. Sejak kemarin, Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300/liter.
Menuru Dudy, Kemenhub masih perlu memperhitungkan apakah dampak kenaikan Pertamax yang merupakan BBM non subsidi naik akan berdampak pada sektor transportasi atau tidak.
Baginya, saat Kementerian ESDM dan Pertamina memutuskan untuk menaikkan harga BBM, pasti semua dampaknya sudah dihitung secara matang dan tidak akan membuat gejolak.
"Nanti kita hitung lagi, tapi tentunya dari ESDM ketika dinaikan, sudah dihitung dampaknya," ujar Dudy di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan kenaikan harga Pertamax tidak lepas dari gejolak kondisi geopolitik global yang membuat harga minyak dunia bergerak sangat fluktuatif.
"Ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM nonsubsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Anggia kepada detikcom.
Tonton juga video "BBM dan Elpiji Subsidi Tak Naik, Bahlil: Itu Perintah Presiden"
(hal/hns)