Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan terus menyuarakan aspirasi dan harapan pelaku industri nasional terkait dengan implementasi kebijakan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT).
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, sektor manufaktur sangat berharap agar kuota pasokan gas dapat dipenuhi secara utuh sesuai dengan apa yang telah menjadi keputusan resmi pemerintah. Pihaknya pun mencatat beberapa poin penting yang diharapkan pelaku industri.
Pertama, penyaluran 100% sesuai regulasi. Pasokan gas bumi melalui skema AGIT harus dipenuhi sepenuhnya tanpa ada pemotongan (curtailment) di lapangan.
Kedua, tanpa pengurangan volume. Pelaku industri meminta agar volume yang sudah dialokasikan tidak dikurangi sepihak, karena hal tersebut langsung berdampak pada penurunan kapasitas produksi dan efisiensi pabrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, kepastian operasional. Keandalan pasokan energi sangat menentukan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun ekspor.
"Pelaku industri sangat berharap agar apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah terkait AGIT dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan. Tidak boleh ada pemotongan atau pengurangan volume, karena setiap penurunan pasokan akan langsung mengoreksi produktivitas manufaktur kita," kata Febri dalam keterangannya dikutip Rabu (1/7/2026).
Dalam keterangan tersebut, pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam memfasilitasi pencarian solusi atas permasalahan pasokan gas untuk sektor industri nasional.
Dia mengatakan, inisiatif dan komitmen yang ditunjukkan oleh pimpinan DPR RI ini menjadi angin segar di tengah tantangan pemenuhan energi dan bahan baku yang tengah dihadapi oleh para pelaku manufaktur domestik.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian mendalam dan langkah konkret dari Bapak Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI. Fasilitasi yang beliau berikan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan guna mencari jalan keluar masalah gas ini adalah angin segar yang sangat dibutuhkan industri ditengah tantangan berat dan kompleks saat ini," ujarnya.
Simak juga Video 'Buruh Terancam PHK Imbas Harga Gas Naik, Dasco Telepon Bos Pertamina':
(acd/acd)









































