Kelistrikan Jawa-Bali Dipastikan Sudah Normal Lagi

Kelistrikan Jawa-Bali Dipastikan Sudah Normal Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2026 19:27 WIB
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari (Foto: Muchlis Jr. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Foto: Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari (Foto: Muchlis Jr. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi pada sistem Jawa dan Bali telah dipulihkan dan normal kembali.

Dia mengatakan gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, layanan publik, dan kepercayaan investor. Maka dari itu, pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap setiap gangguan yang terjadi dan memastikan pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan transparan.

"Di sisi kelistrikan, gangguan pasokan yang sempat terjadi di sistem Jawa-Bali telah berhasil dipulihkan," tegas Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qodari melanjutkan pada 25 Juni 2026, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mengumpulkan seluruh pemilik badan usaha pembangkitan, baik PLN Group maupun Independent Power Producers atau IPP untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga performa operasi pembangkit, khususnya pada sistem Jawa-Bali. Hal ini dilakukan ketika masalah kelistrikan dan pemadaman terjadi di mana-mana.

ADVERTISEMENT

Pemerintah, kata Qodari, telah menginstruksikan PT PLN untuk memastikan ketersediaan energi primer sesuai dengan jumlah dan spesifikasi yang dibutuhkan, memperkuat pengolahan rantai pasok, meningkatkan kesiapan operasi sistem, serta mempercepat penyelesaian pemeliharaan pembangkit utama.

"Berbagai langkah tersebut tidak hanya berhasil mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa, tetapi juga memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem," ujar Qodari

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan dan mitigasi risiko di seluruh rantai pasok energi primer, mulai dari perencanaan pemeliharaan pembangkit, kesiapan cadangan energi, hingga koordinasi operasional antar pemangku kepentingan, agar kondisi serupa dapat dicegah sedini mungkin dan masyarakat tetap mendapatkan layanan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads