AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Hampir 4%

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Hampir 4%

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 13 Jul 2026 15:49 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok
Foto: Reuters
Jakarta -

Harga minyak dunia kembali naik cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Senin (13/7). Kenaikan harga ini terjadi seiring memanasnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz.

Melansir CNBC, Senin (13/7/2026), harga minyak mentah Brent yang kerap menjadi patokan global tercatat naik 3,7% menjadi US$ 74,07 per barel pada pukul 03.28 ET (14.28 WIB). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,8% ke level US$ 78,88 per barel.

Untuk diketahui, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya telah melancarkan gelombang serangan lain terhadap Iran pada Minggu (12/7) kemarin. Serangan ini dilakukan setelah berbagai serangannya berhasil menghantam 140 target di hari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut militer AS, serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan Korps Garda Revolusi Islam terhadap kapal-kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz. Ini merupakan kali keempat AS membombardir Iran dalam seminggu terakhir.

Di sisi lain, pada hari yang sama yakni Minggu (12/7), Iran membalas serangan AS dengan menyerbu fasilitas-fasilitas militer Negeri Paman Sam di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

ADVERTISEMENT

Selain itu, media pemerintah Iran turut mengatakan Garda Revolusi menutup kembali kawasan Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut. Meski kabar ini langsung dibantah militer AS.

"Selat itu terbuka untuk semua kapal yang ingin melintas secara sah. Pasukan AS telah ditempatkan dan siap untuk memastikan kebebasan navigasi tetap tersedia meskipun ada agresi, pelecehan, ancaman, dan deklarasi sewenang-wenang Iran yang tidak beralasan," kata Centcom dalam unggahan media sosial pada Minggu (12/7).

"Iran tidak mengendalikan selat tersebut. Lalu lintas tetap berjalan," tegas pusat komando militer Negeri Paman Sam itu.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads