Indonesia telah menerapkan program mandatori biodiesel B50 sejak awal Juli 2026. B50 merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dengan campuran olahan minyak sawit 50%.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan per 1 Oktober 2026 semua SPBU resmi akan menjual B50. Saat ini masa transisi selama 3 bulan sedang berlaku.
"Ditargetkan pada 1 Oktober 2026, seluruh SPBU sudah menjual B50," ujar Qodari dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini juga diimplementasikan guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan biodiesel B50 secara nasional. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia," kata Qodari.
Dia menyebut program mandatori biodiesel ini telah dimulai sejak 2008. Pada awalnya, program tersebut dimulai dengan B2,5 sebelum berkembang secara bertahap hingga menjadi B50. Qodari mengatakan program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun pada tahun ini.
Selain itu, B50 diharapkan memberikan multiplier effect yang besar berupa peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp 23,49 triliun serta menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Dari aspek lingkungan, B50 juga diharapkan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton COβ pada tahun ini. Pemerintah memastikan kesiapan implementasi B50 melalui berbagai persiapan yang menyeluruh.
Dari aspek teknis, pemerintah telah menguji penggunaan B50 pada berbagai sektor pengguna mesin diesel untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kesesuaian penggunaan B50.
"Dari aspek pasokan dan distribusi, pemerintah memastikan kesiapan kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur pencampuran (blending) dan distribusi," kata Qodari.
Simak juga Video 'Prabowo Luncurkan B50, Bikin RI Tak Perlu Impor Solar Lagi':
(hal/ara)










































