PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya dengan memberikan tindakan tegas kepada sopir mobil tangki yang terbukti melakukan pelanggaran.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penegakan disiplin merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan, keselamatan, dan kualitas layanan distribusi BBM.
"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan langkah tersebut tidak mengganggu operasional. Termasuk saat ini, distribusi BBM ke seluruh SPBU wilayah Medan telah berjalan normal dan stok BBM dalam kondisi aman, setelah sebelumnya sempat terjadi kelangkaan pasokan.
Dalam keterangan terpisah, Kitty menjelaskan pasokan bahan bakar sempat menipis imbas peningkatan kebutuhan BBM seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas.
Dalam hal ini, meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Medan dan sekitarnya sudah direspons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Sebagai langkah percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam.
"Perusahaan juga terus melakukan pembinaan dan penindakan atas pelanggaran disiplin terhadap seluruh mitra operasional guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan," terangnya.
(fdl/fdl)










































