Minta Maaf, Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM Mengular di Sumatera

Minta Maaf, Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM Mengular di Sumatera

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 16:12 WIB
Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi milik Pertamina resmi mengalami kenaikan mulai hari ini, Senin (4/5/2026). Sejumlah produk mengalami penyesuaian harga cukup signifikan, terutama pada jenis BBM diesel dan beroktan tinggi.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas antrean pembelian BBM yang terjadi di Sumatera. Menurut Pertamina, di beberapa wilayah juga terjadi aksi panic buying.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menegaskan stok BBM Pertamina sebenarnya berada dalam kondisi aman. Namun, terjadi lonjakan pembelian jenis BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite.

"Namun demikian tentunya kami menyadari juga bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatera secara umum yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar," jelas Taufik dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada kendala terkait distribusi BBM. Taufik mengatakan Pertamina menyadari ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat sehingga menyampaikan permohonan maaf sekaligus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi.

ADVERTISEMENT

"Dan juga mungkin adanya lagging dalam distribusi untuk merespon peningkatan volume penyerapan BBM subsidi tersebut ke lembaga penyalur. Nah tentunya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf," ujar dia.

Untuk mengatasi antrean, Pertamina menambah pasokan BBM, meningkatkan jumlah armada distribusi, memperpanjang jam operasional SPBU, serta mempercepat penyaluran dari terminal BBM ke SPBU.

"Atas terjadinya antrean dan pembelian panic buying di Sumatera, yang sudah dan sedang terus kami lakukan adalah untuk menambah pasokan dan pengaturan pola distribusi, yaitu dengan menambah armada kemudian juga menambah jam operasi dari SBPU dan penyaluran distribusi dari depo ke SBPU," jelas dia.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mempercepat normalisasi kondisi di lapangan. Adapun stok BBM dan LPG nasional tercatat mencapai sekitar 3,61 juta kiloliter per 16 Juli 2026.

"Tentunya berdasarkan posisi stok 16 Juli pagi hari ini secara nasional ketersediaan BBM dan LPG berada dalam kondisi yang terkendali jadi secara total mungkin ada 3,61 juta kiloliter. Kami juga mencermati bahwa realisasi penyaluran pada bulan Juli untuk beberapa produk berada di atas," tutup dia.



(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads