ESDM Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Etanol

ESDM Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Etanol

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 14:04 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi
Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDM) membuka peluang bagi swasta yang ingin membangun pabrik etanol di Tanah Air. Langkah ini sebagai upaya mengejar target mandatori pencampuran bioetanol hingga 20% ke dalam bensin (E20) pada Januari 2028 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah akan mengadopsi model keberhasilan mandatori biodiesel.

"Itu segera semua swasta juga kita akan modelkan mandatori, seperti biodiesel. Jadi swasta itu boleh dan sangat kita dorong untuk dia bisa menghasilkan pabrik-pabrik itu," ujar Eniya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini pemerintah tengah menggodok revisi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati. Eniya menyebut revisi tersebut akan mengatur kembali kapasitas pencampuran (blending).

ADVERTISEMENT

"Terus masalah blending itu di revisi Perpres 40 juga kita tambahkan. Jadi kemarin, hari ini juga saya perintahkan nanti kita komunikasi dengan Kemenko Perekonomian karena prakarsanya revisi Perpres di sana. Jadi kita sesuaikan dengan arahan Pak Presiden untuk menambah itu," beber Eniya.

Menurut Eniya, pembangunan fisik pabrik etanol ini hanya memakan waktu sekitar satu setengah tahun. Namun, ia mengakui ketersediaan bahan baku lokal harus dipersiapkan secara matang.

"Nah tinggal bahan bakunya. Kalau bangun pabrik itu satu setengah tahun bisa. Satu setengah tahun bisa bangun, tetapi bahan bakunya," imbuh ia,

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah akan membangun lebih banyak pabrik baru. Dia mengatakan Indonesia bisa menerapkan bensin campuran etanol hingga E20.

Karena saat ini baru memiliki satu pabrik etanol, ia memutuskan pembangunan minimal 30 pabrik baru, bahkan bisa ditambah hingga 50 pabrik.

"Butuh tadi pabriknya yang baru kita miliki baru 1 pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) lalu.

Dia membandingkan Indonesia dengan India yang telah menerapkan E20 dan Brasil yang sudah menggunakan E100. Menurutnya, Indonesia juga mampu melakukan hal serupa.

"India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia nggak bisa. Indonesia bisa kan? Bisa? Bisa, bisa," sebut Prabowo.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads