×
Ad

Pertamina Siapkan Pasokan SAF, Target Mandatori 1% Mulai 2027

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2026 16:59 WIB
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan pasokan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan menjelang rencana penerapan mandatori penggunaan SAF sebesar 1% pada 2027. Persiapan dilakukan mulai dari sisi produksi hingga pengembangan pasokan bahan baku.

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto mengatakan perusahaan telah mengembangkan SAF sejak lima tahun lalu. Selain membangun fasilitas produksi, Pertamina juga telah melakukan uji coba bersama sejumlah maskapai.

"Pertamina Patra Niaga menjadi pionir di Indonesia dengan memulai pengembangan SAF sejak lima tahun lalu. Meskipun tantangan komersialnya masih besar, kami memilih memulai lebih awal, tidak menunggu pasar maupun regulasi sepenuhnya siap untuk mulai bergerak. Kami telah melakukan uji coba bersama Garuda Indonesia dan Pelita Air, bahkan tahun ini sudah melakukan kontrak penjualan SAF dengan salah satu maskapai internasional untuk mendukung penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali," ujar Joko dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Joko menyampaikan hal tersebut dalam panel diskusi Accelerating the SAF Transition: From Feedstock to Flight pada ajang 3rd Annual Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 di Jakarta.

Menurutnya, pengembangan SAF membutuhkan ekosistem yang mencakup ketersediaan bahan baku (feedstock), fasilitas produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna (offtaker), hingga dukungan regulasi.

Ia mengatakan Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung penerapan mandatori SAF yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

"Pertamina Patra Niaga terus menyiapkan seluruh ekosistemnya. Dari sisi produksi, fasilitas di Cilacap sudah siap dan tahun ini kami juga melakukan uji coba co-processing di Dumai dan Balongan. Di saat yang sama, kami membangun pasokan feedstock melalui kemitraan maupun mengembangkan sistem pengumpulan secara internal agar ketersediaannya lebih terjaga. Harapannya, ketika mandat penggunaan SAF sebesar 1% (satu persen) mulai diterapkan tahun depan, Pertamina sudah siap memenuhi kebutuhan pasar," tambah Joko.

Selain pengembangan produksi, PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Boeing Indonesia dalam rangka pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan edukasi SAF, pemetaan potensi bahan baku, penguatan kapasitas, kajian pasar, hingga advokasi kebijakan untuk mendukung implementasi SAF.

"Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi akselerasi implementasi SAF di Indonesia. Dunia sudah mulai melihat kapabilitas Pertamina dalam memproduksi SAF dan produk kami juga sudah banyak dipakai di pesawat-pesawat Boeing dan sebagainya. Kolaborasi ini diharapkan semakin mengakselerasi ekosistem SAF di Indonesia," tutup Joko.

Tonton juga video "Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun? Ini Kata Bahlil"




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork