Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) makin panas. Pemerintah Kanada mulai melancarkan ancaman serius untuk memutus pasokan listrik, minyak, dan gas ke Negeri Paman Sam.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengingatkan saat ini negaranya memasok sebagian besar kebutuhan impor gas alam dan listrik AS. Bersama dengan itu, Kanada memasok serta sekitar 60% dari total impor minyak mentah negara yang kini dipimpin oleh Presiden Donald Trump itu.
"Saya rasa mereka tidak ingin kita menghentikan pasokan energi tersebut," kata Carney pada Sabtu (22/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menekan AS lewat sektor energi belum masuk dalam paket kebijakan balasan resmi Kanada atas tarif 50% yang dikenakan Trump sebelumnya, para pejabat setempat terang-terangan menyatakan opsi itu tidak dikesampingkan begitu saja dari meja perundingan dengan Negeri Paman Sam.
Dalam hal ini, salah satu suara paling keras datang dari Premier Ontario, Doug Ford. Ia mempertimbangkan untuk menerapkan 'biaya tambahan energi' (energy surcharge) sebesar 25% untuk seluruh ekspor listrik ke AS. Kebijakan ini diprediksi akan langsung berdampak terhadap 1,5 juta rumah tangga dan pelaku usaha di wilayah Michigan, Minnesota, hingga New York.
Bersama dengan itu, Kanada juga merupakan pemasok utama bahan baku pupuk, seperti potas. Membuat komoditas ini menjadi sangat vital terhadap sektor pertanian dan perkebunan AS.
"Saya ingin melihat (Trump) menjalankan mobil tanpa minyak. Saya juga ingin melihatnya menanam sayuran dan buah-buahan tanpa potas," sentil Ford.
"Presiden Trump meremehkan kita, dan itu adalah kesalahan terbesar," tegasnya lagi.
Di luar itu, Amerika Serikat merupakan tujuan utama ekspor mineral Kanada secara keseluruhan. Kondisi ini juga dinilai bisa menjadi faktor lain bagi Ottawa untuk menekan pemerintahan Trump.
Dalam hal ini, Ford juga mengambil sikap tegas dengan menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Associated Press bahwa AS tidak akan bisa mendapatkan sebutir pasir pun dari Ontario.
Tonton juga video "Disudutkan AS Lewat Sanksi Ekonomi, Iran: Insyaallah Mereka Akan Gagal"
(igo/fdl)









































