×
Ad

Proyek Rp 5,3 Triliun di Sunter Mau Dihidupkan Lagi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menghidupkan kembali proyek fasilitas pengolahan sampah jadi energi (waste to energy) Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara. Proyek itu mangkrak sejak 2023 .

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut proyek pembangunan fasilitas ubah sampah jadi energi ini membutuhkan investasi sebesar Rp 5,3 triliun. Fasilitas ini direncanakan mampu mengolah 2.200 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 35 megawatt (MW).

"Dengan kapasitas pengolahan sampah 2.200 ton per hari, ITF Sunter dirancang untuk mereduksi volume sampah lebih dari 80%, sekaligus menghasilkan listrik hingga 35 MW dengan perkiraan nilai proyek Rp 5,3 triliun," ujar Pramono dalam acara Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

"Proyek ini merupakan bagian penting dari komitmen Jakarta untuk memperkuat pengolahan sampah berkelanjutan demi mencapai target zero dumping pada 2028," sambungnya.

Guna mendukung kelancaran proyek tersebut, Pramono mengaku pihaknya akan berkomitmen menyediakan berbagai keperluan investor dalam pengembangan proyek ini seperti kesiapan lahan, kepastian pasokan sampah, tipping fee, hingga regulasi pendukung yang jelas.

"Kami mengundang para investor dan mitra untuk meninjau lebih jauh proyek ITF Sunter serta menjajaki peluang kerja sama dalam mengubah tantangan ini menjadi solusi perkotaan yang berkelanjutan dan peluang investasi yang layak," ucapnya.

Termasuk proyek ubah sampah jadi listrik di ITF Sunter, Pemprov Jakarta total menawarkan 37 proyek investasi strategis kota dengan total nilai mencapai Rp 115 triliun atau sekitar US$ 5 miliar kepada para investor, baik domestik maupun global.

Proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor kunci di Jakarta mulai dari pembangunan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD), hunian dan perhotelan, kawasan komersial mixed-use, industri dan logistik, hingga infrastruktur kawasan tepi air (waterfront).

"Kami menyambut para mitra yang dapat membawa modal, teknologi, keahlian, dan model bisnis inovatif untuk mengubah peluang ini menjadi hasil nyata bagi Jakarta," pungkas Pramono.




(igo/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork