Nilai Impor Migas Naik Hampir 50%, Ini Sebabnya

Nilai Impor Migas Naik Hampir 50%, Ini Sebabnya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 14:05 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor migas secara tahunan melonjak hampir 50%. Kenaikan harga global menjadi faktor yang mendongkrak nilai impor tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan nilai impor migas Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$ 3,77 miliar atau naik 49,91% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$ 2,51 miliar. Ateng menyebut volume impor migas secara tahunan juga melonjak 15,44%.

"Kenaikan harga tentunya ini turut mendongkrak ya, kenaikan impor migas. Bandingkan antara tadi nilainya itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan volumenya. Dengan demikian di dalamnya itu otomatis ada kenaikan harga yang turut mendongkraknya," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ateng membeberkan peningkatan impor migas secara tahunan sebagian besar disumbang oleh dua komoditas utama, yakni hasil minyak dan minyak mentah. Impor minyak mentah mencatatkan lonjakan paling tinggi, yakni 51,68% atau naik sebesar US$ 406,3 juta, sementara impor hasil minyak naik 49,11% atau bertambah US$ 48,3 juta.

ADVERTISEMENT

"Adapun ya untuk peningkatan migas secara year-on-year lebih banyak terutama pada hasil minyak ini naik 49,11% atau US$ naik 48,3 juta. Kemudian juga minyak mentah, minyak mentah ini naik US$ 406,3 juta atau naik cukup tinggi ya, minyak mentah naik 51,68%," beber Ateng.

Pada Juli 2026, total nilai impor mencapai US$ 26,09 miliar atau meningkat 27,02% dibandingkan dengan Juli 2025. Nilai impor migas tercatat sebesar US$ 3,77 miliar atau meningkat 49,91% secara tahunan. Sedangkan untuk impor non migas tercatat senilai US$ 22,33 miliar mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 23,83%.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, total nilai impor mencapai US$ 163,33 miliar atau naik sebesar 19,94% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Nilai impor migas tercatat sebesar US$ 25,77 miliar atau naik 40,24%. Sementara itu, impor non migas tercatat sebesar US$ 137,56 miliar atau 16,78%.

Lihat juga Video: RI Bakal Impor Migas Rp 253 Triliun dari Amerika Tiap Tahun

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads