100 Lebih Blok Migas RI Ditawarkan ke Rusia, Bakal Disambar?

100 Lebih Blok Migas RI Ditawarkan ke Rusia, Bakal Disambar?

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2026 13:52 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika
Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia. Penawaran ini dilakukan dalam penyelenggaraan Eastern Economic Forum di Rusia ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika saat ditemui di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Sebagai informasi, Kementerian ESDM sendiri telah membuka tender terhadap lebih dari 100 blok migas.

"Sektor energi terus, dalam hal ini Kementerian ESDM kan menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kan kepada investor-investor dari Rusia," ujar Erani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang lah ya di situ," sambungnya.

Saat ditanya peluang kerja sama energi nuklir dengan Rusia, khususnya terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan perusahaan Rusia, Rosatom, Erani belum dapat memberikan penjelasan rinci. Ia bilang hal ini akan ada penjelasan lebih dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

ADVERTISEMENT

"Soalnya pas yang di dalam itu saya nggak ini ya, nggak mengikuti ya. Makanya saya sarankan nanti agar Pak Menteri yang lebih dalam, lebih afdol untuk bisa memberikan keterangan mengenai hal ini," kata Erani.

Sebelumnya, Bahlil menyatakan dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti setiap kesepakatan yang dijajaki pada saat kunjungan di Vladivostok, Rusia.

Segala kesepakatan yang dibangun di Vladivostok diarahkan agar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Bahlil juga memastikan agenda energi tidak berhenti pada komitmen, tetapi diarahkan menuju kerja sama yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil dalam keterangannya.

Di panggung Eastern Economic Forum, Bahlil bilang Prabowo menyampaikan pentingnya menempatkan ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo, kata Bahlil, juga menegaskan kemitraan Indonesia dan Rusia perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pertukaran barang. Rusia memiliki kekuatan pada sumber daya energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa maju, sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN.

Kekuatan yang saling melengkapi tersebut membuka peluang kolaborasi pada berbagai rantai kegiatan energi, termasuk sektor minyak dan gas bumi. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.

Selain sektor migas, Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kerja sama pada pengembangan energi masa depan melalui dukungan pengetahuan, teknologi, dan investasi Rusia pada energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Bahlil menegaskan kerja sama tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads