×
Ad

PHR Teken Kontrak Pengembangan Migas Non-Konvensional di Zona Rokan

Nasywa Azzahra - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2026 16:21 WIB
Foto: Pertamina Hulu Rokan
Jakarta -

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menandatangani kontrak bagi hasil migas non konvensional (MNK) di zona Rokan melalui anak usahanya PT PHE Rokan Nonkonvensional. Pengembangan MNK menjadi strategi PHR untuk menjaga keberlanjutan produksi dan membuka sumberdaya migas baru bagi ketahanan energi nasional.

Perjalanan MNK Rokan dimulai dari pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023 dan dilanjutkan dengan Kelok DET-1 pada 2024 sebagai bagian dari upaya studi potensi migas non-konvensional di struktur North Aman.

Keberhasilan Gulamo DET-1 dan Kelok DET-1 memperkuat keyakinan PHR terhadap potensi pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di struktur North Aman dengan perkiraan recoverable resources mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE).

Potensi ini menjadi dasar bagi PHR untuk melanjutkan tahapan appraisal sekaligus membuka peluang pengembangan pada struktur lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

Keunggulan ekosistem operasional Zona Rokan didukung oleh keberadaan infrastruktur produksi, fasilitas pendukung, akses operasional, serta ekosistem rantai pasok yang telah berkembang di Zona Rokan.

Seluruh fasilitas ini menjadi modal penting bagi PHR untuk mendukung pengembangan MNK Rokan secara bertahap. Pengembangan MNK membutuhkan penerapan teknologi kompleks serta dukungan dari berbagai komponen ekosistem MNK.

Keputusan Menteri ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 pun hadir memberikan kepastian regulasi, skema cost recovery dengan split adaptif, hingga insentif investasi guna menyeimbangkan daya tarik investasi dengan penerimaan negara, sekaligus memastikan keberlanjutan proyek jangka panjang.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan pentingnya pengembangan MNK Rokan bagi sektor sektor hulu migas nasional. Langkah ini dinilai penting untuk membuka sumber pertumbuhan produksi baru di tengah penurunan kinerja lapangan-lapangan konvensional.

"Rokan kita dorong menjadi pionir sekaligus pembuktian bahwa Migas Non Konvensional dapat dikembangkan secara komersial di Indonesia," ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Menurut Djoko potensi sumber daya yang besar harus segera diterjemahkan menjadi cadangan dan produksi nyata. Upaya ini membutuhkan percepatan appraisal, penerapan teknologi tepat guna, serta dukungan keekonomian dan regulasi yang kompetitif.

"Potensinya sudah kita lihat, regulasi dan insentif juga telah disiapkan. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana seluruh tahapan dapat berjalan lebih cepat sampai menghasilkan produksi. Kalau MNK Rokan berhasil, ini akan membuka jalan bagi pengembangan potensi MNK di wilayah lain dan menjadi sumber baru untuk mendukung peningkatan produksi serta ketahanan energi nasional," tuturnya.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan pentingnya pengembangan MNK Rokan bagi masa depan energi nasional. Langkah ini menjadi langkah awal untuk membangun kapabilitas serta ekosistem Migas Non-Konvensional di Indonesia.

"Yang kita bangun bukan hanya sumurnya, tetapi ekosistemnya. MNK membutuhkan integrasi kemampuan subsurface, drilling dan completion, stimulasi, teknologi, supply chain, serta sumber daya manusia yang berbeda dari pengembangan migas konvensional. Rokan menjadi starting point bagi Pertamina dan Indonesia untuk membangun learning curve tersebut," jelas Oki.

Oki juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan ekosistem dan peningkatan daya saing ekonomi di Rokan dapat menjadi model untuk diterapkan pada potensi MNK lainnya. Langkah ini dinilai sebagai awal dari pengembangan skema MNK dalam skala yang jauh lebih besar di Indonesia.

"Jika ekosistem ini berhasil kita bangun dan keekonomiannya semakin kompetitif, model yang dikembangkan di Rokan dapat direplikasi ke potensi MNK lainnya. Inilah langkah awal menuju pengembangan MNK Indonesia dalam skala yang lebih besar," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sunaryanto menyatakan optimismenya terhadap pengembangan MNK di Indonesia. Sebagai Subholding Upstream Pertamina, ia meyakini langkah ini akan berkontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional di masa mendatang.

"Pengembangan MNK memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi minyak di dalam negeri," ujar Sunaryanto.

Direktur Utama PHR Muhamad Arifin melihat momen penandatanganan KBH MNK Rokan adalah langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun kompetensi baru di sektor hulu migas.

"MNK bukan hanya proyek eksplorasi, melainkan fondasi baru yang akan menjadi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan membangun kompetensi baru di hulu migas di Indonesia," imbuh Arifin.

Ia menambahkan, dengan dukungan regulasi, ekosistem operasional yang mumpuni, serta roadmap jelas menuju tahap komersialisasi, MNK Rokan sebagai game changer akan membuka harapan baru bagi industri energi Indonesia.

Dengan langkah ini, PHR menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi, memperkuat ketahanan energi, dan menciptakan multiplier effect sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan sumber migas non-konvensional di wilayah lain.

Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen mengucurkan investasi pada bisnis hulu migas yang berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini diimbangi dengan penguatan tata kelola perusahaan, budaya kepatuhan, serta pencegahan fraud demi mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.



Simak Video "Pertamina Talks 2026 Kupas Ketahanan Energi di Tengah Situasi Global di Episode Perdana"

(anl/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork