Trump Perintahkan Setop Ekspor Solar Imbas Harga Naik

Trump Perintahkan Setop Ekspor Solar Imbas Harga Naik

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2026 08:12 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during an observance ceremony marking the 25th anniversary of the September 11, 2001 attack on the Pentagon, in Washington, D.C., September 11, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung rencana larangan ekspor solar di tengah lonjakan harga bahan bakar yang mencapai rekor tertinggi. Usulan tersebut juga didorong sejumlah kandidat Partai Republik sebagai upaya menekan harga.

Harga solar di AS dan Eropa telah melonjak hingga mencetak rekor tertinggi. Kondisi ini terjadi setelah perang di Iran dan Ukraina memangkas tajam ekspor dari sejumlah produsen utama, termasuk Rusia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

"Saya sudah mengatakan, jangan kirim solar ke luar. Kami memproduksi banyak solar. Saya sudah menyerukan itu. Saya sudah menyampaikannya kepada orang-orang saya," ujar Trump dikutip dari Reuters, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penerapan larangan ekspor solar, salah satunya apakah pembatasan akan diberlakukan secara penuh atau hanya sebagian.

ADVERTISEMENT

Dorongan untuk membatasi ekspor juga datang dari sejumlah kandidat Partai Republik yang menghadapi persaingan ketat memperebutkan kursi Kongres, antara lain Senator Dan Sullivan dari Alaska, anggota DPR Ashley Hinson dari Iowa, serta Mike Rogers dari Michigan.

"Bahan bakar Amerika harus tetap berada di dalam negeri untuk rakyat Amerika," kata Sullivan dalam pernyataannya.

Sullivan menilai harga solar sudah terlalu tinggi dan meminta ekspor dihentikan sementara. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu AS menambah kembali cadangan diesel menjelang musim dingin sekaligus memprioritaskan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Harga pangan dan berbagai kebutuhan lainnya menjadi salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pemilih menjelang pemilu paruh waktu. Hinson dan Rogers sebelumnya juga menyerukan agar perang di Iran segera diakhiri, sikap yang berbeda dengan posisi Trump.

Departemen Pertanian AS pada pekan lalu juga telah mendesak Gedung Putih mengambil langkah untuk merespons tingginya harga solar. Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengaku telah membicarakan masalah itu dengan Trump dan menyebut lonjakan harga solar sebagai persoalan yang serius.

Simak juga Video 'Utang AS Tembus US$ 40 Triliun, Kenapa Terus Membengkak?':

(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads