Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Langsung Terbang

Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Langsung Terbang

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 28 Sep 2026 08:01 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during an observance ceremony marking the 25th anniversary of the September 11, 2001 attack on the Pentagon, in Washington, D.C., September 11, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta -

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1% pada Senin. Kenaikan ini dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak tawaran kesepakatan damai dari Iran untuk menyelesaikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir Reuters, Senin (28/9/2026), harga minyak mentah Brent naik US$ 1,82 atau 1,74% menjadi US$ 106,14 per barel pada pukul 22.02 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate berada di posisi US$ 93,55 per barel, naik US$ 1,14 atau 1,23%.

Sebelumnya, Iran sempat melayangkan usulan untuk membuka kembali jalur pengiriman komersial di Selat Hormuz dalam waktu seminggu. Namun, Trump menolak usulan tersebut.Trump menyebut Iran sengaja ingin buru-buru berdamai karena berada di posisi yang terdesak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat tersebut karena berada di ambang kekalahan besar," ujar Trump dilansir dari BBC.

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan di Telegram, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi pernyataan Trump. Ia menyatakan Iran akan menunggu tanggapan resmi dari pihak mediator.

Araghchi sebelumnya sempat membocorkan di PBB, New York bahwa kesepakatan sebenarnya bisa tercapai asalkan syarat-syarat dalam nota kesepahaman (MoU) Juni lalu dipenuhi.

Menurut Araghchi, Trump kerap melontarkan pernyataan bagus, tapi seringkali kontradiktif. Ia pun menyatakan bakal menunggu pandangan final dari tim mediator sebelum mengambil langkah lanjutan.

Di tengah memanasnya situasi ini, laporan Wall Street Journal menyebutkan Trump sejak awal sudah meragukan niat Iran memenuhi tuntutannya. Trump dikabarkan telah memberi sinyal kepada stafnya opsi pengeboman lanjutan sangat mungkin kembali dilakukan.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads