×
Ad

Bahlil Buka Opsi Moratorium Proyek Smelter Nikel

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2026 15:57 WIB
Bahlil Lahadalia / Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka opsi moratorium atau pembatasan pembangunan fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter) nikel yang masih menghasilkan produk setengah jadi. Wacana ini akan dibahas lebih lanjut dan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan berkaitan dengan kondisi risiko oversupply nikel di pasar global. Adapun Bahlil mengatakan bahwa mayoritas industri pengolahan nikel saat ini baru menghasilkan produk dengan tingkat pengolahan sekitar 50-60%.

"Ke depan, kita ingin untuk industri-industri yang sudah terlalu banyak menghasilkan bahan baku setengah jadi, mungkin penting nanti kami rapatkan, kami akan laporkan ke Presiden, tapi dalam diskusi saya dengan tim, penting untuk kita mulai memilih mana industri yang tetap kita lanjutkan dan mana industri yang perlu kita melakukan moratorium, supaya pengelolaan sumber daya alam kita tidak segila-gilaan," ujar Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bahlil pun menyampaikan, saat ini kapasitas produksi dan cadangan nikel yang ada telah mencapai sekitar 2,5 juta. Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan oversupply sehingga harga nikel mengalami tekanan.

"Dan industri-industri yang menghasilkan setengah jadi ini, kita lagi mengkaji kalau memang kita sudah terjadi oversupply untuk dunia, sekarang kan kita yang dari kebutuhan dan cadangan sekarang ada 2,5 juta. Ini kan oversupply, makanya harganya lagi jatuh," katanya.

Sebaliknya, kata Bahlil, industri yang menghasilkan produk hilir secara langsung akan lebih didorong oleh pemerintah. Hal ini diharapkan dapat mengubah struktur ekonomi Indonesia sehingga hilirisasi tidak berhenti pada pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi.

"Kita dapat pertimbangkan untuk industri yang setengah jadi ini kita mulai mencoba untuk meminimalisir, bahkan mungkin kita melakukan moratorium, sementara yang kita dorong adalah industri-industri yang produk hilirnya langsung. Supaya struktur ekonomi kita bisa betul-betul terjadi shifting," terangnya.

Simak juga Video 'Cerita Bahlil Dulu Bahan Baku Baterai Mobil Sempat Dianggap Sampah':




(hrp/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork