×
Ad

Resmikan Proyek Rp 180 Triliun, Prabowo Banggakan Hilirisasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2026 06:30 WIB
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Belasan proyek hilirisasi diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara. Kawasan itu merupakan salah satu kawasan sentra hilirisasi nikel di Indonesia.

Proyek yang diresmikan Prabowo terdiri dari 4 komersialisasi proyek industri di IWIP, dengan melakukan ekspor produk perdana. Kemudian, ada 7 proyek pabrik baru di lokasi yang sama. Proyek-proyek ini bila ditotal investasinya sekitar US$ 10,2 miliar atau Rp 180 triliun.

"Hari ini kita meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, kemudian kita akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan pembangunan 7 proyek baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park," ujar Prabowo dalam peresmian yang diadakan virtual, Kamis kemarin.

Salah satu yang diekspor dari IWIP adalah bahan baku baterai listrik. Prabowo mengatakan ekspor baterai kendaraan listrik menjadi bukti bahwa Indonesia telah berhasil mencanangkan strategi hilirisasi yang benar.

"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," beber Prabowo.

Menurutnya apa yang terjadi hari ini juga tidak lepas dari hari kemarin. Dia menggaris bawahi kebijakan pemerintahan sebelumnya juga menjadi penting dalam capaian yang didapatkan hari ini.

"Saudara-saudara sekalian, apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas daripada hari kemarin. Jadi, sebagaimana saya mengatakan setiap saat, keberhasilan hari ini menuju kepada keberhasilan hari esok, itu telah dimulai dari hari kemarin," ujar Prabowo.

Lebih rinci, empat proyek melakukan ekspor perdana, termasuk salah satunya produksi baterai kendaraan listrik. Empat proyek itu adalah produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy, produk kapasitor alumunium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries dan produk komponen alat berat berbasis EV dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Lalu, produk bahan baku baterai listrik berupa nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP) dari PT REPT Batero Indonesia.

Kemudian ada 7 pabrik yang melakukan groundbreaking. Mulai dari, PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, dan PT Weda Bay Aluminium. Kemudian, PT Bintang Karya Aluminium, PT Flat Solar Energy Indonesia, lalu terakhir PT Foton Guangqing Motor Indonesia.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork