×
Ad

Bahlil Lobi Minyak ke Negara Afrika: Saya Bilang Kita Ini Saudara

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 12 Okt 2026 13:15 WIB
Bahlil Lahadalia / Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, tak bisa tidur nyenyak. Ia pusing karena harus mengamankan pasokan minyak mentah nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.

Bahlil menjelaskan perang di kawasan Timur Tengah yang sudah melibatkan Arab Saudi berdampak serius terhadap jalur distribusi utama minyak dunia, termasuk penutupan Selat Hormuz. Padahal, sebagian besar pasokan minyak mentah Indonesia turut diimpor melalui jalur laut tersebut.

"Dulu kita punya, 23% crude kita dari Selat Hormuz. Sekarang dengan Arab Saudi lagi kena begini lagi, nambah lagi. Makanya Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang karena lobi minyak di mana-mana," kata Bahlil dalam acara Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Akibatnya pemerintah terpaksa mengalihkan rute pasokan minyak mentah atau crude oil dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara, termasuk yang berada di kawasan Afrika demi menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Dalam proses diplomasi pasokan minyak tersebut, Bahlil juga membagikan momen unik saat melobi para menteri dan pejabat energi dari negara-negara Afrika. Momen negosiasi melalui virtual meeting tersebut berlangsung cair lantaran merasa memiliki kemiripan fisik dan latar belakang.

"Orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya. Jadi pada saat saya lobi dengan mereka, saya bilang kita ini saudara. Coba kalau yang gagah-gagah yang putih-putih lobi sama Afrika, belum bicara aja dia bilang, 'ah, kau beda sama kita'," kata Bahlil sembari bercanda.

Meski diplomasi pasokan minyak ke beberapa negara alternatif seperti Rusia berjalan lancar, Bahlil menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan harga pembelian agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun daya beli masyarakat.

Pemerintah berprinsip akan menjalin kerja sama perdagangan minyak mentah dengan negara manapun selama harga yang ditawarkan terjangkau dan bisa menjamin ketersediaan pasokan untuk kebutuhan nasional.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah terus mengupayakan skema terbaik agar harga BBM bersubsidi dalam negeri tetap terjaga serta tidak mengalami kenaikan demi mengutamakan kepentingan rakyat banyak.

"BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, bagaimana caranya kita jagain untuk tidak naik, dan saya janji BBM untuk subsidi tidak akan naik sampai Desember," tegasnya.




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork