Malaysia Mulai Ekspor Logam Tanah Jarang

Malaysia Mulai Ekspor Logam Tanah Jarang

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB
FILE PHOTO: A bastnaesite mineral containing rare earth is pictured at a laboratory of Yasuhiro Kato, an associate professor of earth science at the University of Tokyo, July 5, 2011. REUTERS/Yuriko Nakao/File Photo
Ilustrasi logam tanah jarang. Foto: Reuters
Jakarta -

Malaysia memberikan izin ekspor logam tanah jarang (LTJ) yang belum diolah. Persetujuan ini menjadi yang pertama sejak pemerintah Malaysia menerbitkan aturan baru yang dirancang untuk memungkinkan pengujian dan berpotensi mendorong investasi dalam kapasitas lokal.

Dikutip dari thestar, Kamis (22/10/2026), Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia menyatakan sejauh ini baru satu permohonan ekspor untuk keperluan penelitian dan pengembangan (litbang) yang disetujui Departemen Mineral dan Geosains Malaysia. Meski begitu, Kementerian tersebut tidak menyebutkan identitas pemohon atau memberikan rincian lebih lanjut.

"Pedoman ini terbuka bagi pelamar yang memenuhi syarat, termasuk perusahaan asing, dengan syarat mematuhi persyaratan peraturan yang relevan," kata kementerian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prioritasnya bukanlah jumlah permohonan yang disetujui, tetapi kualitas investasi, transfer teknologi, dan penciptaan nilai jangka panjang," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Logam tanah jarang merupakan bahan baku penting yang digunakan dalam berbagai teknologi modern, termasuk sejumlah aplikasi pertahanan. Selama ini, China mendominasi industri penambangan dan pengolahan logam tanah jarang dunia.

Dominasi tersebut mendorong sejumlah negara, termasuk Malaysia, mengembangkan kapasitas industri dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap China.

Malaysia saat ini menjadi lokasi operasi Lynas Rare Earths Ltd asal Australia, salah satu dari dua produsen utama logam tanah jarang di luar China.

Kemudian, sederet korporasi juga ikut berminat menggarap logam tanah jarang, konglomerat lokal pemilik Berjaya Corp Bhd juga mulai menjajaki proyek-proyek tersebut.

Selanjutnya, ada perusahaan Prancis Carester SAS yang juga turut berencana membangun pabrik pemisahan logam tanah jarang di negara bagian Perak bagian utara bersama Malaco Mining Group dari Malaysia, dan lebih dari selusin perusahaan AS juga menjajaki peluang lokal.

Lihat juga Video: Satgas PKH Cek Kontainer Diduga Langgar Ekspor Logam Tanah Jarang di Batam

(hrp/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads