Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) untuk tahun ini bisa tembus Rp 165 triliun. Angka ini melebihi target PNBP dalam APBN sebesar Rp 133,63 triliun.
Bahlil melaporkan realisasi PNBP sektor minerba pada periode Januari-Oktober 2026 sudah mencapai Rp 127,74 triliun. Angka ini sudah mendekati target APBN sebesar Rp 133,63 triliun
Dia mengatakan jika realisasi PNBP dari sektor minerba ini terwujud, maka tambahan penerimaan tersebut diharapkan dapat membantu menutup defisit anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bahlil Buka Opsi Tambah Kuota Pertalite |
"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM, itu kita akan mencapai Rp 165 triliun, Pak Menteri Keuangan. Jadi surplus sekitar Rp 30 T lebih. Ini untuk PNBP," kata Bahlil dalam Sidang Kabinet yang disiarkan di YouTube Sektretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).
Pria yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM itu melaporkan perkembangan eskpor baru bara tahun ini di depan Prabowo. Ada sedikit anomali pada realisasi ekspor batu bara tahun ini.
Volume ekspor Januari-September 2026 turun menjadi sekitar 343 juta ton dibandingkan 374 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, nilai ekspor justru meningkat dari sekitar US$ 21 miliar menjadi US$ 23,71 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor di tengah penurunan volume komoditas yang dikirim ke luar negeri. "Jadi barang produksi turun pendapatan naik," tegasnya.
Sementara itu, ekspor nikel juga menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel dilaporkan mencapai sekitar US$ 24,55 miliar, naik dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$ 21,22 miliar.
(hrp/hal)
