Menteri Energi Singapura Jamin Pasokan Gas Aman Meski RI Pangkas Ekspor

Menteri Energi Singapura Jamin Pasokan Gas Aman Meski RI Pangkas Ekspor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2026 17:59 WIB
Sunrise di Merlion, Singapura
Foto: Gilang Negara/d'Traveler
Jakarta -

Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura (Ministry of Energy, Trade and Industry/METI) memastikan pengurangan pasokan gas di Indonesia tidak mengganggu pelayanan energi nasional. Institusi yang dipimpin oleh Menteri Tan See Leng itu menegaskan pasokan gas domestik di Singapura tidak berada dalam krisis.

"Saya ingin meyakinkan masyarakat Singapura bahwa kita memiliki pasokan gas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kita," beber Tan See Leng dikutip dari laman resmi METI, Minggu (25/10/2026).

Dia menjelaskan pasokan gas Singapura diatur melalui kontrak komersial antara pihak Gas Supply Pte Ltd (GSPL) sebagai pengimpor dengan para pemasoknya di Indonesia. Pihaknya mengharapkan agar kontrak-kontrak tersebut dipenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

GSPL akan berkomunikasi dengan para pemasoknya untuk menentukan apakah telah terjadi pelanggaran kontrak atau tidak. Pihaknya juga meminta GSPL menyiapkan langkah-langkah pemulihan komersial.

ADVERTISEMENT

Tan See Leng melaporkan pengurangan pasokan gas dari Indonesia berjumlah 17 miliar british thermal unit per day (BBTUD) selama periode 18 hari ke depan. Jumlah itu menurutnya cuma kurang 2% dari total kebutuhan gas harian untuk pembangkit listrik.

"Pengurangan pasokan sebesar 17 BBTUD ini mencakup kurang dari 2% dari kebutuhan gas harian untuk sektor ketenagalistrikan kita. Kita memiliki pasokan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG," kata Tan See Leng.

Dia meminta rakyat Singapura tidak membesar-besarkan isu pasokan gas yang ditahan Indonesia. Menurutnya, pemerintah punya stok gas cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dalam negeri.

"Saya ingin meyakinkan masyarakat Singapura bahwa kita memiliki pasokan gas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kita," tegas Tan See Leng.

"Saya mengimbau masyarakat Singapura untuk tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa," lanjutnya menekankan.

Pihaknya juga mulai menyiapkan berbagai antisipasi sebelum` pasokan masuk dalam level krisis. Mulai dari melakukan diversifikasi sumber gas alam dari berbagai belahan dunia, memelihara fasilitas LNG cadangan, hingga memastikan Singapore GasCo siap untuk mengimpor lebih banyak LNG kapan pun diperlukan.

Perusahaan pembangkit listrik di Singapura pun diwajibkan untuk menyimpan cadangan diesel yang cukup sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan pasokan gas yang lebih besar. Untuk jangka menengah, pemerintah Singapura juga mengaku sedang membangun terminal LNG kedua dan mendiversifikasi bauran energi.

"Di masa lalu, kita telah menangani pengurangan pasokan serupa dengan lancar tanpa kendala apa pun. Pemerintah akan terus memastikan keandalan dan ketahanan pasokan energi Singapura," pungkas Tan See Leng.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads