Harga Minyak Masih Betah di US$ 115 per Barel!

Harga Minyak Masih Betah di US$ 115 per Barel!

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2026 08:30 WIB
Ilustrasi Rig Migas
Foto: dok. SKK Migas
Jakarta -

Harga minyak mentah dunia melemah pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026). Pelemahan harga terjadi di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Meski begitu, investor saat ini tengah waspada seiring dengan serangan militer terhadap produsen minyak utama Arab Saudi. Kondisi ini membuat harga minyak dunia tetap berada di level tinggi meski tercatat melemah.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup melemah 91 sen atau 0,8% menjadi US$ 115,81 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 1,51 per barel atau 1,46%, menjadi US$ 101,76 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua harga minyak acuan tersebut melemah setelah mencatatkan kenaikan signifikan pada Jumat (23/10). Harga Brent ditutup menguat lebih dari US$ 3 per barel dan membukukan kenaikan mingguan sebesar 6%. Sementara itu, WTI naik 2,3% sepanjang pekan tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat ini perhatian investor masih tertuju pada ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang stasiun pompa di jalur pipa minyak mentah Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh pada akhir pekan.

Namun, pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung terkait klaim serangan tersebut. Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Senin menyatakan telah menghancurkan tiga drone yang menargetkan Riyadh dan wilayah selatan kerajaan tersebut.

Harapan akan terobosan diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah turut menekan harga minyak pada awal perdagangan. Konflik yang bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran itu kemudian meluas hingga melibatkan Arab Saudi dan Yaman. Di tengah harapan meredanya ketegangan, harga Brent sempat turun lebih dari US$ 2 per barel.

Mediator dari Qatar bertolak ke Teheran pada Minggu untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam mencari cara meredakan ketegangan di kawasan. Hal ini disampaikan seorang pejabat yang mengetahui upaya tersebut.

Pada Senin, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga menggelar pembicaraan dengan pejabat Iran di Teheran. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mencegah konflik meluas dan ketegangan semakin meningkat di kawasan.

Pembicaraan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi pertama antara Iran dan ketiga negara itu sejak mereka menandatangani pakta pertahanan bersama pada Agustus lalu. Usai pertemuan, keempat negara sepakat melanjutkan dialog untuk memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan.

Simak juga Video 'Polisi Bongkar Praktik Pengolahan Minyak Mentah Ilegal di Muratara':

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads