Menanggapi hal tersebut, kalangan bankir memprediksikan ada ruang untuk penurunan suku bunga. Hal ini karena inflasi yang terjaga dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang stabil.
"Sebetulnya masih ada kemungkinan untuk menurunkan suku bunga acuan kurang lebih 25 basis poin (bps) karena inflasi terjaga dan kurs yang stabil sehingga ada peluang untuk penurunan," kata Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Hariyono Tjahjarijadi saat dihubungi detikFinance, Selasa (22/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Herry Sidharta mengatakan ada ruang penurunan suku bunga acuan karena kondisi inflasi yang rendah.
"Ya mungkin masih sama, ada ruang penurunan. Kalau turun kemungkinan jadi 4,5%," kata Herry.
Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengungkapkan ruang penurunan suku bunga tidak terlalu besar. Meskipun sudah didukung dengan kondisi ekonomi yang sudah mulai membaik.
"Rasanya tidak banyak ruang untuk penurunan suku bunga karena meningkatnya dolar AS terhadap rupiah," kata dia.
Pada bulan lalu, BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 21 Juli 2017. (mkj/mkj)











































