Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Mei 2019 04:01 WIB

Mau Pinjam Online untuk Lebaran? Baca Dulu Tipsnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kebutuhan belanja jelang lebaran sudah barang pasti meningkat. Dari mulai kebutuhan belanja untuk hidangan lebaran hingga kebutuhan biaya membeli tiket mudik.

Alternatif pembiayaan yang tersedia pun kian banyak dan bisa dengan mudah diperoleh masyarakat. Apa lagi, dengan perkembangan teknologi saat ini banyak bermunculan perusahaan teknologi finansial (fintech lending) yang menyediakan layanan pinjam online.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pinjaman ke pinjam online untuk kebutuhan lebaran. Hal ini untuk mencegah timbulnya masalah karena ketidakmampuan mengembalikan pinjaman di kemudian hari.

"Yang jelas, yang namanya pinjaman harus dikembalikan, maka sebelum memutuskan untuk meminjam, mesti terlebih dahulu punya rencana pengembaliannya. Apalagi uang tunai via fintech biasanya memiliki jangka waktu yang sangat pendek dan bunga relatif tinggi," kata kata Perencana Keuangan dari Zielts Consulting, Ahmad Gozali, Jumat (10/5/2019).


Ahmad pun menyarankan masyarakat untuk menggunakan uang pinjaman pada awal bulan puasa agar mudah ketika mengembalikannya.

"Misalnya untuk belanja kebutuhan Lebaran di awal Ramadhan saat belum terlalu ramai. Pinjam dulu uangnya dan dikembalikan setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di akhir Ramadhan," jelasnya.

Selain itu, Ahmad juga menyarankan agar masyarakat memastikan perusahaan pinjam online yang dituju terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, saat ini, masih marak terjadi kasus hukum dalam penagihan utang karena masih ada masyarakat yang meminjam uang di fintech ilegal.

"Jika fintech sudah terdaftar di OJK, maka mereka harus mengikuti standar perilaku dalam penagihan. Tidak boleh sembarangan," tegasnya.

Dengan memilih perusahaan pinjam online yang sudah terdaftar di OJK, Ahmad menambahkan, kerahasiaan dan keamanan data peminjam tetap terjaga.

"Jadi bukan hanya masalah etika penagihan, ya, tetapi juga masalah kerahasiaan dan keamanaan data pribadi kita," ungkap Ahmad.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Tumbur Pardede mengatakan permintaan pinjaman pada bulan puasa tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun lalu.

Sebelum puasa pada Mei 2018 lalu, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 13,65%. Selama puasa, Juni 2018, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 24,03%. Setelah puasa, Juli 2018, jumlahnya meningkat sebesar 20,55%.

"Untuk tahun ini 2019, kami memperkirakan kenaikannya melebihi dari tahun lalu seiring bertambahnya jumlah penyelenggaraan fintech lending dan meningkatnya pemahaman masyarakat soal fintech lending," kata Tumbur.

Direktur Pengaturan, Pengawasan, dan Perizinan Fintech OJK, Hendrikus Passagi, menyatakan regulator tengah memfokuskan perlindungan terhadap konsumen. Untuk itu, OJK kini tengah gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat awam dalam memilih fintech legal atau yang sudah terdaftar di OJK.

"Perlindungan terhadap konsumen menjadi prioritas OJK. Dengan melakukan sosialisasi, kami berharap permasalahan yang kerap terjadi seperti masalah penagihan dan gagal bayar pinjaman dapat terus berkurang," ujar Hendrikus.


OJK pun menggandeng pelaku Fintech untuk menyukseskan program tersebut. Menurut Hendrikus, sosialisasi kepada masyarakat tidak cukup dilakukan oleh OJK.

"Partisipasi aktif dari pelaku Fintech pastinya akan sangat membantu OJK dalam melakukan sosialisasi. Jadi, ini merupakan tugas kita bersama-sama untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat," kata dia.

Berdasarkan daftar yang dipublikasikan OJK, jumlah Fintech yang terdaftar per April 2019, berjumlah 114 perusahaan, bertambah 15 perusahaan dari Februari lalu yang masih 99. OJK April lalu juga telah menutup 144 Fintech ilegal sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan industri (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com