Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 30 Jun 2019 10:11 WIB

LinkAja Bakal Bisa Dipakai Bayar di Luar Negeri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: dok. LinkAja Foto: dok. LinkAja
Jakarta - LinkAja adalah salah satu uang elektronik yang masih 'muda' di kancah pembayaran non tunai. Namun ada sejumlah rencana yang dimiliki LinkAja untuk pengembangan dalam menghadapi persaingan uang elektronik yang semakin ketat di Indonesia.

Direktur Utama Fintek Karya Nusantara Danu Wicaksana menjelaskan LinkAja saat ini sedang disiapkan untuk mengembangkan beberapa fitur tambahan yang bisa digunakan lintas negara.

Nantinya dengan layanan ini pengiriman uang antar negara di Asia bisa menjadi lebih mudah. "Kami memang berencana mengembangkan beberapa fitur tambahan jika mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI) seperti pengembangan dompet elektronik, cross border payment di beberapa negara di Asia dan juga penggunaan LinkAja di berbagai moda transportasi publik," imbuh Danu kepada detikFinance.



Dia menambahkan untuk transportasi, LinkAja akan membidik pembayaran di jalan tol, kereta api, bus, LRT, MRT hingga pesawat. Selain itu LinkAja juga mencoba untuk memberikan penawaran yang berbeda dari pemain yang ada di pasar saat ini.

Jadi nantinya membayar ongkos transportasi bisa menggunakan LinkAja. Selain itu pembayaran di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga bisa menggunakan uang elektronik hasil patungan BUMN.

"Kami menggunakan beberapa teknologi terkini di dalam layanan ini, kami harapkan ini bisa membuat transaksi masyarakat menjadi nyaman, aman dan mudah. Selain itu hal ini juga akan memberikan benefit tambahan bagi partner kami seperti pengusaha SPBU, jalan tol dan operasi transportasi publik," jelas dia.



Untuk menjalankan rencana pembayaran ritel tersebut, Danu mengaku membutuhkan waktu yang berbeda untuk setiap mitra LinkAja yakni mulai dari 1-2 bulan. Dalam menjalankan LinkAja ada negara yang dicontoh olehnya yakni Cina, India dan Eropa.

"Yang pasti selain melakukan persiapan teknis, kami juga selalu berkoordinasi dengan regulator seperti Bank Indonesia untuk memastikan semua pengembangan fitur selalu memenuhi regulasi yang dimiliki bank sentral," jelas dia.

Simak Video "Grab Berminat Jalin Kerja Sama Juga dengan LinkAja?"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com