Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Jul 2019 13:33 WIB

Bukan Hanya Pinjol Abal-abal, Nasabah Juga Banyak yang Tak Beretika

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak awal sudah menyisir munculnya fintech peer to peer lending ilegal yang dianggap merugikan. Namun tetap saja hingga saat ini pinjaman online (pinjol) abal-abal masih menjamur. Salah satunya juga karena masih banyak nasabah yang tak beretika.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menerangakn, OJK pada dasarnya menyisir pinjol ilegal berdasarkan izin dan terdaftar. Fintech yang berizin juga diharuskan tergabung menjadi anggota Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech).

"Bagaimana OJK mengawasinnya, ya kita minta mereka berkumpul dalam satu asosiasi. Mereka berjanji sendiri untuk memenuhi kaidah-kaidah dalam asosiasi," ujarnya dalam acara seminar Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).


Wimboh menjelaskan, asosiasi fintech bukan hanya menjadi wadah bagi para pelakunya tapi juga mengatur kegiataannya. Di dalamnya terdapat kode etik yang harus diikuti anggotanya.

"Salah satunya dalam kode etik itu mengatur bunga dan besaran pinjaman," tambahnya.

Namun tetap saja pinjol abal-abal yang merugikan terus menerus muncul. OJK juga sudah sering melakukan tindakan dengan menutup platform-nya. Tapi mereka yang bandel kembali membuat platform dengan nama yang berbeda

"Fintech yang bandel juga banyak kita tututup. Yang sudah kita tutup kira-kira 900an. Banyak, ya itu kita tutup sore, pagi buka lagi, begitu terus," tambahnya.

Sulitnya memberantas pinjol abal-abal tidak lepas dari nasabahnya juga. Menurut Wimboh masih banyak juga nasabah yang dia sebut tak beretika ketika melakukan pinjaman online. Bahkan menurut catatannya ada nasabah yang nekad melakukan pinjaman dari 20 fintech sekaligus.

"Dari segi peminjam ada juga yang pinjam malam-malam 20 kali lewat pinjaman online. Jadi yang tidak punya etika bukan cuma fintech-nya tapi juga peminjam. Giliran ditagih ribut, ngadu kemana-mana," tegasnya.

Untuk itu, OJK menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam memanfaatkan pinjaman online. Dia juga menyarankan agar meminjam kepada fintech yang sudah terdaftar saja di OJK dan tergabung dalam asosiasi fintech.


Bukan Hanya Pinjol Abal-abal, Nasabah Juga Banyak yang Tak Beretika


Simak Video "Sri Mulyani Lanjut Jadi Menteri Keuangan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com