Fakta di Balik Korban Fintech Rela 'Digilir' Demi Bayar Utang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Jul 2019 10:05 WIB
Fakta di Balik Korban Fintech Rela Digilir Demi Bayar Utang
Foto: Nadia Permatasari/Infografis

Seorang pegawai swasta di Solo Yuliana Indriati menjadi korban Layanan financial technology (fintech) pinjaman online abal-abal. Di media sosial, ada foto Indri yang ditambahkan tulisan siap melakukan apa saja untuk melunasi utang di aplikasi pinjol INCASH.

Kepada detikFinance, Indri menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya. Indri mengungkapkan, saat itu ia membutuhkan uang untuk biaya sekolah anaknya.

"Sebelumnya saya pernah pinjam di satu aplikasi, pinjam Rp 1 juta dan saya hanya terima Rp 650.000 dipotong untuk biaya administrasi dan lain-lain," kata Indri saat dihubungi detikFinance, Rabu (24/7/2019).

Dia mengungkapkan, pinjaman pertama ia masih lancar membayar. Hingga suatu hari ia tak bisa mencicil utang tersebut. Akhirnya, Indri memilih untuk meminjam ke aplikasi pinjol yang lain.

"Saya pinjam ke aplikasi lain untuk menutup pinjaman yang sebelumnya. Gali lubang tutup lubang memang, pertamanya lancar sampai akhirnya saya pinjam di INCASH itu, saya terlambat satu hari membayar, langsung saya dimaki-maki dan semua kontak di hp saya mereka hubungi," jelas dia.

Kemudian, hari kedua keterlambatan Indri kembali mendapat teror dari debt kolektor INCASH. Tahu-tahu ada grup WhatsApp yang isinya kontak dalam handphone nya. Ia dipermalukan dan diancam fotonya akan disebarkan ke seluruh kontak yang ada.

Indri menjelaskan, sebelumnya dia sudah menjelaskan alasan dirinya telat membayar cicilan, yakni karena usaha kateringnya sedang surut dan ia belum gajian dari kantornya.

Menurut Indri, pinjaman di INCASH belum ada satu bulan. Namun dia sudah mendapatkan ancaman yang tidak menyenangkan.