Menkes Curiga Tak Ada Uang buat Penerima Bantuan BPJS, Purbaya: Banyak!

Menkes Curiga Tak Ada Uang buat Penerima Bantuan BPJS, Purbaya: Banyak!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 09 Feb 2026 14:15 WIB
Menkes Curiga Tak Ada Uang buat Penerima Bantuan BPJS, Purbaya: Banyak!
Purbaya Rapat di DPR/Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan. Bendahara Negara itu memastikan tidak ada pengurangan anggaran untuk program tersebut.

"Jadi kita sudah alokasikan iuran untuk PBI JK tahun 2026 itu sebesar Rp 56,464 triliun," kata Purbaya dalam rapat konsultasi pimpinan Komisi DPR RI terkait jaminan sosial, Senin (9/2/2026).

Purbaya menjelaskan anggaran Rp 46,464 triliun sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan dan sudah siap digunakan. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp 10 triliun juga telah tercantum dalam DIPA Kementerian Kesehatan, namun anggaran tersebut masih diblokir karena menunggu kejelasan dasar kebijakan pemanfaatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tergantung Kementerian Kesehatan maunya apa, mau diapain. Kita belum clear mau dipakai dia untuk pembiayaan PBI atau menaikkan modal iuran, terserah, tetapi sampai sekarang belum putus. Begitu keluar, besok saya bayar," tutur Purbaya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Purbaya menyebut pihaknya mencadangkan anggaran bantuan iuran PBI JK sebesar Rp 10 triliun dalam pos Bendahara Umum Negara (BUN). Dia mengatakan anggaran itu juga masih menunggu dasar kebijakan lebih lanjut.

"Mau dipakai buat apa. Jadi kalau Anda kurang (BPJS Kesehatan), cepat-cepat minta ke Kementerian Kesehatan biar dibereskan kebijakannya mau diapain, saya keluarkan secepatnya. Uangnya ada," ujar Purbaya.

Purbaya pun menepis isu pencairan PBI JKN tersendat karena masalah kas negara. Ia memastikan posisi keuangan pemerintah dalam kondisi kuat.

"Jadi tadi Menteri Kesehatan klaim katanya uangnya lambat gara-gara mereka curiga saya nggak punya uang. Uang saya banyak, tahun lalu saja Rp 270 triliun nggak bisa dipakai itu, tapi di luar anggaran ya," katanya.

"Jadi kalau dalam cash, isu cash nggak ada masalah. Anda minta, saya kasih. Kami siap mendukung program ini dengan sepenuh hati asal clear, jangan sampai saya bayar, terus nggak jelas uangnya dipakai apa," pungkas Purbaya.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads