ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Agu 2019 09:35 WIB

Fintech Disebut Jadi Saingan Bank Konvensional, Benarkah?

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Financial technology (fintech) saat ini semakin berkembang. Fintech sempat dianggap sebagai saingan bank konvensional. Namun ada juga yang menyebut fintech justru menjadi kepanjangan tangan bank.

CEO DigiAsia Bios, Haryono mengatakan, fintech menggabungkan akses keuangan dengan teknologi digital sebagai alternatif pilihan pada masyarakat selain lembaga keuangan konvensional.
Tetapi, bisnis fintech dan bank konvensional dinilai bersaing secara bisnis di sektor keuangan. Sebab, kedua industri ini sama-sama dalam mencari keuntungan melalui nasabah. Menurutnya, jika dilihat dari skema bisnis yang dijalankan, kedua industri ini justru saling melengkapi.

"Hubungan antara perusahaan fintech dan perbankan sangatlah erat. Jika misalnya bank mau menyalurkan kredit, mereka bisa ajak kerja sama fintech, terutama di kota-kota kecil di mana bank tersebut tidak memiliki cabang," ujar Chief of Executive Officer Digiasia Bios Hermansjah Haryono di Jakarta, Rabu (21/8/2019).


Dikatakan Haryono, fintech membantu keterbatasan bank untuk memberikan akses keuangan hingga ke pelosok daerah. Apalagi, fintech hanya membutuhkan teknologi dan jaringan internet untuk bisa menjangkau masyarakat di area tersebut.

"Sedangkan, bank konvensional harus punya kantor cabang dan pegawai di daerah tersebut. Jadi, kedua industri ini hubungannya saling menguntungkan. Fintech sebagai perpanjangan tangan bank konvensional di daerah," jelas Herman.

Herman menambahkan fintech juga membutuhkan bank konvensional untuk menyimpan uang nasabah. Saat ini, DigiAsia Bios tengah menjajaki kerja sama dengan bank-bank daerah serta perusahaan-perusahaan besar yang memiliki jaringan hingga ke pelosok-pelosok.


"Digiasia sebagai fintech yang memiliki strategi bisnis Business to Business to Customer atau B2B2C merasa peluang di industri fintech masih sangat besar, apalagi di daerah-daerah. Jadi, pasarnya masih sangat luas. Padahal, lebih banyak daerah yang membutuhkan akses finansial melalui pemain di bisnis fintech ini," uujarnya..

Simak Video "Telat Bayar Utang Fintech, Wanita di Solo Diteror"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com