Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 17:21 WIB

Di Balik Kemudahan Pinjol Ilegal, Ada 'Ongkos' Mahal yang Dibayar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Fintech pinjaman online ilegal disebut makin meresahkan masyarakat. Hal ini karena banyak peminjam yang mendapatkan ancaman hingga teror dari pihak penagih utang fintech abal-abal.

Direktur Pelayanan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Fajri Zam menceritakan saat ini memang ada masyarakat yang memanfaatkan kemudahan meminjam uang di fintech.

Namun dia menyebut, dibalik setiap kemudahan akan selalu ada biaya yang dibayar. "Ada yang harus dibayar kalau mudah itu, misalnya di pinjol itu kan gampang sekali, pencet-pencet langsung berhasil dan masuk pinjamannya," kata Agus di Fintech Summit JCC, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Dia menjelaskan, seharusnya masyarakat harus memastikan aplikasi pinjaman online yang akan digunakan atau aplikasi yang terdaftar di OJK. Karena, fintech legal itu tunduk pada aturan regulator dan memiliki ketentuan bunga, denda sampai penagihan.


"Kalau yang ilegal itu bunganya terserah dia dan terkesan sembarangan, bunga 7% sehari, potongan administrasi 40%. Kalau legal kan tidak, mereka ada batasan dalam aturannya," imbuh dia.

Agus meminta kepada masyarakat yang akan menggunakan untuk membaca kontrak yang ada dalam perjanjian pinjam meminjam tersebut. Dalam kontrak tersebut biasanya terdapat aturan-aturan atau jumlah besaran bunga yang akan diberlakukan.

Selain itu, dalam kontrak biasanya juga dijelaskan pengaksesan database hp pengguna. "Kalau ilegal itu dia akan minta izin masuk ke dalam kontak, kalau kita tidak kasih izin ya tidak akan ada pinjaman itu. Tapi sekarangkan terpaksa selalu pilih iya mengizinkan. Nah di situ celahnya, mereka masuk dan mengirimi pesan semua orang yang ada di kontak," jelas dia.

Dia menjelaskan, jika hal ini sudah terjadi maka OJK hanya bisa meneruskan kasus ke pihak kepolisian. Pasalnya fintech ilegal bukanlah ranah OJK karena masuk dalam kasus penipuan dan pengancaman sampai teror.

Menurut Agus, banyak masyarakat yang meminjam uang di fintech ilegal dengan jumlah lebih dari 2 kali pendapatannya. Dia menyebut ini merupakan masalah yang besar untuk pengguna tersebut.



Simak Video "1.230 Fintech Ilegal Dibekukan Selama Tahun 2018-2019"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com