Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Sep 2019 17:40 WIB

Benarkah OVO Kuasai Pangsa Pasar Dompet Digital di RI?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. OVO Foto: Dok. OVO
Jakarta -
OVO dikabarkan menjadi pemimpin pasar dompet digital (e-Wallet) di Indonesia. Namun kabar itu dibantah oleh Bank Indonesia (BI).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko menegaskan bahwa BI tidak pernah merilis data peringkat seperti itu.
"Beritanya tidak benar. Bank Indonesia tidak pernah keluarkan data individual," ujarnya detikcom, Senin (23/9/2019).
Pernyataan BI ini sekaligus membantah kabar yang sebelumnya menyebut bahwa BI telah merilis data pangsa pasar e-Wallet di Indonesia. OVO disebut-sebut telah menjadi pemain yang menguasai pangsa pasar paling besar.
Di sisi lain, ada juga kabar terkait induk OVO, Grab Holdings akan mengakuisisi DANA. Kabarnya akuisisi itu dilakukan untuk melakukan merger dengan OVO.
Pihak Bank Indonesia (BI) selaku regulator fintech pembayaran mengaku belum mendapatkan pengajuan atas akuisisi tersebut.
"Belum ada juga permohonan. Belum ada ke BI," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem pembayaran BI Filianingsih Hendarta.
Kalaupun pihak Grab mengajukan ke BI, Filianingsih menekankan bahwa mereka harus memenuhi ketenyuan yang ada. Salah satunya terkait kepemilikan.
"Ya pokoknya sesuai ketentuan. Kita lihat ketentuannya kaya apa. Terus nanti kita lihat komposisinya, kan semua harus sesuai ketentuan, misalnya kepemilikan. Nanti kita lihat, kan dia nanti akan sampaikan dokumen, kan semua ada aturannya," tegasnya.




Simak Video "Rudiantara Semringah Sambut OVO Jadi Unicorn Kelima Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com