ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 11:08 WIB

Transfer Lewat OVO Cs Mulai Berbayar, Era Bakar Duit Selesai?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Screenshoot Aplikasi OVO Foto: Screenshoot Aplikasi OVO
Jakarta - Pekan lalu, layanan dompet elektronik di bawah naungan Lippo Group, OVO mengumumkan pada 12 Desember mendatang ada biaya Rp 2.500 untuk setiap transaksi pengiriman uang ke bank.

Sebelumnya transaksi ini gratis, alias tanpa biaya. Beda dengan bank yang memberlakukan biaya Rp 6.500-Rp 7.500 untuk pengiriman ke beda bank.

Selain OVO sejumlah layanan sejenis seperti Jenius sampai digibank juga sudah mulai memberlakukan biaya, namun dengan format yang berbeda. Misalnya kuota 25 kali kirim gratis kemudian berbayar dan memberlakukan saldo minimum yang mengendap harus Rp 1 juta jika ingin mendapatkan gratis biaya kirim.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan gratis biaya transfer atau ongkos kirim uang yang dilakukan oleh perusahaan e-wallet atau uang elektronik sampai fintech sistem pembayaran merupakan strategi pemasaran yang biasa dilakukan untuk menarik pengguna.

"Itu hal biasa untuk menarik, mengenalkan produk, yang kemudian diharapkan dapat memunculkan kebutuhan akan produk yang ditawarkan," kata Piter saat dihubungi detikcom, Senin (4/11/2019).


Dia mengungkapkan, memang program tersebut tidak mungkin terjadi selamanya. Ada jangka waktu tertentu untuk pemberlakuan promosi, sama seperti promosi yang lain.

"Saya kira pengguna sudah paham akan hal ini dan tidak kaget. Penghentian promo gratis biaya transfer suatu saat pasti akan berhenti dan biaya transfer pasti akan dikenakan," ujar Piter.

Menurut Piter, era bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan itu sudah waktunya dihentikan. Hal ini karena dana investor akhirnya akan habis dan juga perusahaan harus memikirkan bagaimana melanjutkan bisnis secara normal dan mendapatkan keuntungan.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan perusahaan e-wallet memang biasa melakukan promo dengan cashback hingga transfer gratis biaya. "Ini sebagai cara untuk memperbesar kue market share di Indonesia," kata dia.

Perusahaan yang akan jadi pemenang adalah yang kuat membakar uang secara besar-besaran. "Masalahnya strategi bakar uang dengan terus menerus menanggung biaya transfer antara bank itu ada ujungnya," imbuh dia.



Simak Video "Rudiantara Semringah Sambut OVO Jadi Unicorn Kelima Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com