Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Feb 2020 13:34 WIB

Masa-masa Indah Kerja di Startup Mulai Berakhir?

Danang Sugianto - detikFinance
Startup Foto: Internet
Jakarta -

Industri startup di tanah air dipandang mulai memasuli fase baru. Perusahaan digital ini mulai mengubah startegi bisnisnya dari bakar-bakar uang ke bisnis jangka panjang dan efisiensi.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai, jenis startup yang berkembang pesat di Indonesia seperti e-commerce, fintech dan travel industri sudah mulai sulit mendapatkan pendanaan baru. Apalagi bagi startup yang sudah berstatus decacorn. Sedangkan unicorn mungkin hanya sekadar tambahan dana.

"Startup sekarang memasuki babak kedua. Arahnya pada adopsi dan solusi dengan layanan dan teknologi blockchain, internet of things, big data, artificial intelligence, robotika. Startup yang terkait hal tersebut yang sekarang peluang dapat pendanaan besar," terangnya kepada detikcom, Jumat (21/2/2020).

Dengan sulitnya mendapatkan pendanaan baru, maka efisiensi menjadi langkah yang harus diambil. Langkah itu sudah dilakukan berbagai startup tanah air bahkan untuk sekelas unicorn seperti Bukalapak yang disebut-sebut telah mengurangi karyawannya. Heru juga mengatakan perusahaan startup tak lagi memberikan gaji yang besar untuk karyawan barunya.

"Efisiensi juga mulai dilakukan. Jumlah karyawan mulai dikurangi, gaji yang jor-joran akan mulai rasional, cashback, promo, gratis ongkir berubah jadi gimmick dan menghindari bakar uang," tuturnya.

Para pekerja yang tadinya menginginkan kerja di startup sepertinya mulai pikir ulang. Saat ini bekerja di startup tak seindah beberapa tahun yang lalu dengan gaji yang besar. Apa lagi risikonya dihadapkan dengan pengurangan karyawan.

"Jadi masa-masa indah kerja di startup juga mulai berubah. Bisa jadi yang tadinya membanggakan tapi terjadi PHK, bahkan kemudian tutup," tuturnya.

Heru menekankan, jangan sampai para pekerja terjebak euforia startup. Karena jika ekosistem tidak mendukung bisa berguguran. Apa lagi kebanyakan perusahaan startup RI masuk ke lini bisnis yang sama.



Simak Video "Sejumlah Kementerian Bakal Duduk Bareng Bahas Tuntas Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com