Dorong GDP RI, Platform Mekar.id Gelontorkan 66.700 Pinjaman ke UMKM

Content Promotion - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 15:04 WIB
MEKAR.id
Foto: dok MEKAR
Jakarta -

Puluhan juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih membutuhkan akses ke layanan keuangan dan pembiayaan. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Mekar Investama Sampoerna, Pandu Aditya Kristy. Pandu menyebut saat ini hanya ada sekitar 20% UMKM saja yang mendapat fasilitas pembiayaan dari bank.

Seperti diketahui, saat ini terdapat kurang lebih 60 juta unit UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 100 juta orang bekerja pada sektor ini. Sayangnya, sebagian besar pelaku UMKM masih dianggap unbankable atau tidak layak mendapatkan pinjaman dari bank karena mereka tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan.

Pandu menambahkan, padahal sektor UMKM memberi kontribusi terhadap separuh dari Gross Domestic Product (GDP) nasional. Apabila mendapat pendanaan lebih, bukan tidak mungkin sektor usaha mikro menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan GDP Indonesia.

MEKAR yang didirikan oleh pengusaha Putera Sampoerna dengan dukungan Putera Sampoerna Foundation adalah sebuah platform pinjaman P2P. Platform fintech ini memberi kesempatan kepada institusi atau individu untuk mendanai UMKM Indonesia secara online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi."Kami menganggap sektor inilah yang harus dikembangkan. Jadi, mereka-mereka yang tidak punya kesempatan meminjam di bank, bisa terbantu dengan fasilitas pendanaan melalui MEKAR," ujar Pandu ketika ditemui di kantor PT Mekar Investama Sampoerna di Jakarta baru-baru ini.

"Melalui platform MEKAR, lender atau pemberi pinjaman bukan hanya mendapatkan bunga yang menarik, tapi yang lebih penting yaitu mendapatkan manfaat sosial. Ini karena dana yang mereka salurkan via MEKAR dipakai untuk membantu pengusaha kecil mengembangkan usaha mereka," lanjut Pandu.

Mekar.id memiliki misi meningkatkan akses layanan keuangan bagi usaha kecil di Indonesia serta menyediakan peluang bagi lender untuk menumbuhkan uang mereka sambil menciptakan dampak berarti.

"Prinsipnya dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Lender bisa mendapat keuntungan dan pendanaan yang aman, tapi dana dari lender juga berguna untuk mengembangkan usaha mikro, menghasilkan lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," terangnya.

Hingga hari ini, MEKAR telah memfasilitasi pendanaan lebih dari 71.000 pinjaman usaha kecil di 146 kota/kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia. Untuk menjangkau peminjam di desa-desa dan pelosok Indonesia, MEKAR bermitra dengan koperasi-koperasi simpan pinjam di berbagai daerah di Tanah Air. Sebagai Mitra Penyalur Pinjaman, koperasi-koperasi tersebut bertugas menyeleksi peminjam dan menyalurkan pinjaman serta menagihkan pembayaran pinjaman.

Pandu menerangkan, saat lender mendanai pinjaman yang berasal dari mitra dengan tingkat risiko lebih tinggi, maka dana lender dilindungi hingga 80% dengan fasilitas asuransi kredit yang disediakan MEKAR.

Saat ini, Mekar.id telah mendapat perizinan usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mekar.id juga telah mendapat sertifikasi ISO 27001 sebagai standarisasi manajemen keamanan informasi pada platform mereka yang dapat diakses pada website Mekar.id.

Kepada lendernya, baik lender individu maupun lender institusi, MEKAR menawarkan manfaat finansial berupa keuntungan sampai dengan 12,5% flat atau 22,32% efektif per tahun. Dengan mendanai pinjaman usaha kecil melalui MEKAR, lender juga berkontribusi dalam pertumbuhan UMKM di Indonesia.

"Selain untuk mendapatkan imbal hasil, pendanaan di MEKAR juga mampu menciptakan dampak sosial positif. Karena itu program pendanaan UMKM di MEKAR juga bisa menjadi pilihan bagi lender-lender institusi yang ingin menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan bantuan dana," tambah Pandu.

Lebih jauh, Pandu menerangkan bahwa lender institusi di MEKAR bisa menyalurkan dana CSR mereka melalui MEKAR untuk membiayai pelaku usaha kecil di berbagai daerah di Indonesia dan menghasilkan bunga yang dapat disalurkan kembali di kemudian hari.

"Riset membuktikan ketika orang diberi uang secara cuma-cuma, yang terjadi malah uang tersebut tidak dimanfaatkan dengan bijaksana. Tapi ketika ia punya kewajiban untuk mengembalikan, maka ia akan menggunakan uang tersebut dengan lebih hati-hati," tambahnya.

Nilai pendanaan oleh lender institusi di Mekar.id telah mencapai Rp 128,45 miliar. Sedangkan di bulan Februari 2020, interest gain yang sudah diterima oleh lender institusi telah mencapai Rp 5.5 miliar. MEKAR sejauh ini berhasil menjaga tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman kepada lender di MEKAR (TKB90) di angka 100%.

Pandu menambahkan, sebagian besar peminjam dana merupakan ibu-ibu pemilik usaha warung atau industri rumahan. Ini juga sesuai dengan misi Mekar.id untuk memberdayakan perempuan pengusaha mikro di Indonesia.

MEKAR kini fokus mengembangkan bisnisnya untuk menjangkau peminjam dan lender di luar Jawa. Platform P2P pemenang berbagai penghargaan ini baru-baru ini menggandeng Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (TLM) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Mitra Penyalur Pinjaman. Koperasi TLM memiliki lebih dari 140 ribu anggota.

"Kami berupaya fokus untuk luar pulau Jawa, harapannya nanti kita bisa meng-cover 34 provinsi. Kami ingin mengembangkan area operasi agar bisa menjangkau lebih banyak peminjam di luar Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur," tutupnya.



Simak Video "adv sino fintech"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ads)